Home Nasional Buntut Kebakaran Depo Plumpang, Erick Thohir Minta Pertamina Bentuk Tim Risiko Bisnis

Buntut Kebakaran Depo Plumpang, Erick Thohir Minta Pertamina Bentuk Tim Risiko Bisnis

41
0

Penanganan aset milik perusahaan pelat merah menjadi sebuah keniscayaan yang harus dilindungi dan dikelola sebaik-baiknya dengan keamanan menyeluruh (maximum secure).

Sebagai objek vital nasional milik negara sudah semestinya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengaudit manajemen pengeloaan aset agar tidak menimbulkan resiko besar dikemudian hari.

Terulangnya peristiwa kebakaran yang menimpa Depo Pertamina Plumpang seolah-olah menjadi preseden buruk karena tidak ada tim yang khusus untuk menangani manajemen risiko bisnis.

Baca juga: Wapres dan Menteri BUMN Kunjungi Depo Pertamina Plumpang yang Terbakar

Erick mengingatkan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi kinerja Pertamina dimasa yang akan datang.

Jangan ada kesan setelah kejadian baru sibuk ramai-ramai menangani persoalan yang sudah terlanjur menimpanya.

Dalam hal ini seluruh perusahaan BUMN bukan hanya Pertamina  harus siap mengawali untuk melakukan pencegahan dengan mendeteksi secara dini melakukan persiapan menghadapi bahaya yang akan mengancam masa depan bisnisnya.

Menurutnya, Pertamina harus melakukan perbaikan secara menyeluruh terkait dengan sistem bisnis resiko.

Erick pun meminta manajemen BUMN migas itu segera membentuk tim risiko bisnis perusahaan. Tidak cuma di sektor keuangan, namun juga di bidang operasi.

“Ini dilakukan secara menyeluruh karena ini aset vital nasional,” ujarnya.

Masih dalam momen yang sama, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyingung soal pencopotan direksi PT Pertamina terkait kebakaran di depo BBM Plumpang.

Baca juga: Presiden Jokowi Sampaikan Belasungkawa Kepada Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang

Namun menurutnya, pencopotan direksi Pertamina bukan menjadi solusi utama, terpenting adalah perbaikan sistem, dengan membentuk tim risiko bisnis.

“Saya sudah pernah copot direksi pertamina kan, kalau saya copot lagi, ya saya copot lagi, tetapi penyelesaiannya itu tidak saling menyalahkan,” kata dia saat ditemui di RSPP Pertamina, Jakarta Selatan, Sabtu (4/3/2022).

Selain Pertamina, dia juga meminta Holding BUMN Pertambangan atau MIND ID, dan PT PLN (Persero) melakukan hal yang sama.

“Saya meminta dan tadi pagi saya sudah telepon untuk seluruh (BUMN), seperti MIND (ID), Pertamina, PLN harus membentuk tim risiko bisnis,” ucap Erick.

Erick juga meminta Pertamina mengusut tuntas insiden kebakaran, yang menelan korban jiwa.

Perseroan segera berkoordinasi dengan kepolisian dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan tindakan tanggap darurat di sekitar lokasi kejadian.

Dia menuturkan, aksi yang cepat dapat meminimalisir dampak peristiwa tersebut, terutama bagi masyarakat sekitar.

“Segera monitor area di sekitar lokasi, segera ambil tindakan evakuasi warga yang berada di dekat lokasi tersebut. Utamakan keselamatan masyarakat dan para pekerja di sana,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here