Home Mancanegara Bidik Pasar Mobil Bekas di luar Asia Tenggara, Carro Ekspansi ke Hong...

Bidik Pasar Mobil Bekas di luar Asia Tenggara, Carro Ekspansi ke Hong Kong

43
0
Carro akuisisi Beyond Cars Hong Kong. (Foto: Carro)

Salah satu raksasa platform jual beli mobil bekas terbesar di Asia Tenggara, Carro, mengumumkan akuisisi terhadap Beyond Cars, salah satu platform jual beli mobil bekas terkemuka di Hong Kong, (7/3/2024).

Dengan melakukan ekspansi ke Hong Kong, Carro kini telah hadir di 7 pasar internasional termasuk Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand, Jepang, dan Taiwan.

“Kami melihat potensi yang sangat besar di Hong Kong dalam beberapa tahun ke depan,” ujar co-founder dan Group CEO Carro, Aaron Tan.

“Beyond Cars adalah salah satu pemain langka dan terkemuka dalam memanfaatkan saluran e-commerce dan teknologi di pasar mobil bekas Hong Kong – kami sudah melihat adanya kesamaan strategi dan keselarasan tujuan bisnis,” tambahnya.

Beyond Cars yang berdiri sejak 2016 telah berkembang menjadi sebuah ekosistem yang menyediakan layanan menyeluruh bagi mereka yang ingin membeli atau menjual mobil, lengkap dengan layanan konsinyasi, pembiayaan dealer, pembiayaan sewa beli dan layanan asuransi.

Co-founder dan CEO Beyond Cars, Garry Yu mengatakan, “Sejak diluncurkan di tahun 2016, misi kami adalah untuk selalu memberikan pelanggan kami pengalaman jual beli mobil yang lancar dan transparan.”

“Dengan bergabung ke Carro, saya yakin kami mampu mengubah pasar mobil bekas di Hong Kong dan menjadi pilihan nomor 1 bagi pelanggan dalam perjalanan kepemilikan mobil bekas mereka,” katanya.

Perusahaan tersebut telah menghasilkan keuntungan selama 3 tahun. Masuknya Carro merupakan upaya untuk mempercepat pertumbuhannya, dengan Laju Pertumbuhan Majemuk Tahunan (CAGR) yang diharapkan mencapai >50%, dalam 3 tahun ke depan.

Pasar otomotif Hong Kong juga memiliki permintaan dan hype yang kuat terhadap kendaraan listrik (EV). Hal ini berkaitan dengan adanya program keringanan dari pemerintah dan komitmen yang menargetkan bahwa mobil berbahan bakar bensin, termasuk hybrid, tidak akan diterima lagi mulai tahun 2035 nanti.

“Penetrasi EV yang tinggi di Hong Kong akan memungkinkan kami untuk lebih meningkatkan algoritma penetapan harga kami dan memberikan solusi end-to-end yang sesuai untuk EV,” ungkap Aaron Tan.

“Dengan relasi kami yang sudah kuat dengan beberapa produsen EV global serta kemampuan kami untuk memeriksa, memperbaiki dan merawat kendaraan, kami juga ingin membawa keahlian kami tersebut ke Hong Kong dan menjadi pilihan terpercaya bagi konsumen yang sedang mencari kendaraan listrik bekas yang bagus,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here