Home Wisata Aturan Pembatasan Barang Bawaan dari Luar Negeri, Bea Cukai: Kebijakan Opsional dan...

Aturan Pembatasan Barang Bawaan dari Luar Negeri, Bea Cukai: Kebijakan Opsional dan Tidak Wajib

109
0
Bea Cukai

Cuitan netizen di jagat media sosial hebohkan dengan regulasi barang bawaan ke luar negeri yang harus didaftarkan sebelum berangkat. Nyatanya, kebijakan itu bersifat opsional.

Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto, mengatakan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 36 Tahun 2023 tak mengatur petugas bea cukai harus memfoto diri dan paspor penumpang saat memeriksa barang.

Menurut dirinya, tak ada satu pun aturan yang memerintahkan itu.

“Enggak ada (aturan memfoto), makanya aku heran itu dari mana,” ujar Nirwala ketika ditemui di ruangan rapat Gedung Papua, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea Cukai, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin, 18 Maret 2024.

Bila masuk kategori border, barang harus melalui pemeriksaan pelarangan dan pembatasan (lartas) terlebih dahulu oleh Bea Cukai.

Sedangkan komoditas post-border tak perlu melalui pemeriksaan lartas di kawasan pabean. Sebab, pemeriksaan itu dilakukan oleh kementerian atau lembaga yang menerbitkan izin.

Permendag Nomor 36 Tahun 2023, kata Nirwala, hanya mengatur komoditas yang baru dibeli dari luar negeri. Dia mencontohkan, aturan itu membatasi alas kaki yang dibeli dalam kondisi baru maksimal hanya dua pasang. Adapun alas kaki yang sudah dimiliki sejak lama tak perlu dikenakan cukai.

“Khayal itu kalau yang (komoditas yang sudah) dipakai dihitung dan difoto,” kata Nirwala dalam pertemuan dengan Tempo yang juga menghadirkan petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta itu.

Masih menurutnya, aturan ini sudah ada pada PMK Nomor 203. Kebijakan ini bertujuan untuk mempermudah pelayanan pada penumpang yang membawa barang tertentu ke luar negeri yang kemudian akan dibawa kembali ke Indonesia.

“Kami tegaskan, kebijakan tersebut adalah fasilitas opsional yang bisa digunakan penumpang, jadi tidak bersifat wajib. Penumpang yang memanfaatkannya pun terhitung sangat minim,” jelas dia dalam keterangannya, ditulis Minggu (24 Maret 2024).

Dia menambahkan dengan adanya kebijakan tersebut sangat bermanfaat dan banyak digunakan untuk membantu warga Indonesia yang akan mengadakan kegiatan (event) di luar negeri.

Contohnya untuk perlombaan internasional, kegiatan budaya, seni, musik, pameran atau kegiatan internasional lainnya yang membawa banyak peralatan penunjang dari dalam negeri, seperti sepeda, gitar, keyboard, atau drum.

Nirwala menambahkan, dengan sebelumnya mendaftarkan barang-barang tersebut kepada Bea Cukai di bandara atau pelabuhan, maka akan memudahkan dan mempercepat penyelesaian pelayanan kepabeanan terhadap barang tersebut saat kembali ke Indonesia bersama pemilik/penumpang.

“Jadi terhadap barang tersebut akan berlaku skema ekspor sementara, sehingga tidak akan dianggap sebagai barang perolehan luar negeri atau impor saat datang kembali ke Indonesia. Selain itu, barang tersebut juga tidak akan dikenakan bea masuk atau pajak dalam rangka impor,” tambah dia.

Dia menyebutkan Bea Cukai berupaya untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang sesuai dengan amanat dalam perundangan yang disusun oleh kementerian dan lembaga (K/L).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here