Home Mancanegara 75 Tahun Hubungan Indonesia-Amerika Serikat Soroti Tiga Isu Penting

75 Tahun Hubungan Indonesia-Amerika Serikat Soroti Tiga Isu Penting

75
0
Peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-AS di Jakarta. (Foto: Kemlu RI)

Hubungan diplomatik Indonesia dan Amerika Serikat (AS) telah memasuki usia ke-75 tahun. Terkait hal tersebut kedua negara merilis logo dan tema peringatan yaitu “Keberagaman, Demokrasi, Kemakmuran”.

Hubungan kedua negara terus mengalami peningkatan. Pada November 2023 telah terjalin peningkatan hubungan bilateral Indonesia dan AS menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif, serta Rencana Aksi 2024-2028.

Peringatan 75 Tahun Indonesia – AS (#IndonesiaUSA75) akan dirayakan melalui penyelenggaraan kegiatan spesial yang terbuka untuk umum, pertukaran pemuda, dan kompetisi sepanjang tahun 2024, yang menekankan nilai-nilai dan tujuan bersama, serta menyoroti kerja sama yang mencakup bidang keamanan, ekonomi, pendidikan, iklim, dan hubungan antarmasyarakat.

“Dengan merayakan nilai-nilai Keberagaman, Demokrasi, dan Kemakmuran di peringatan ulang tahun ke-75 ini, Indonesia dan Amerika Serikat menegaskan kembali kemitraan dan dedikasi bersama untuk mendorong terciptanya dunia di mana keberagaman dihargai, demokrasi dijunjung tinggi, dan kemakmuran dinikmati oleh semua orang,” kata Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu RI Umar Hadi, (6/3/2024).

Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar AS, Michael F. Kleine dalam sambutannya mengatakan, “Dengan merayakan persahabatan yang dalam, kemitraan yang erat, dan 75 tahun hubungan diplomatik, kedua negara berkomitmen untuk bekerja bersama dalam menghadapi tantangan baru abad ke-21 dan memberikan masa depan yang lebih baik untuk masyarakat kedua negara.

Tema Keberagaman, Demokrasi, Kemakmuran yang diusung pada peringatan 75 tahun hubungan Indonesia-AS ini merupakan perwujudan dari pengakuan kedua negara terhadap pentingnya keberagaman sebagai sumber kekuatan.

Hal tersebut sebagaimana tercermin di dalam motto nasional masing-masing negara: “Bhinneka Tunggal Ika” dan “E Pluribus Unum” – berbeda-beda, tetapi satu jua.

Indonesia dan AS sebagai negara demokrasi terbesar di dunia memiliki kesamaan kepentingan termasuk inklusivitas, pelindungan hak asasi manusia, kebebasan pers, dan kebebasan beragama.

Kedua negara juga sepakat untuk menjalin kemitraan yang erat di isu-isu regional dan global, mulai dari pemajuan penghormatan terhadap batas internasional hingga perluasan perdagangan dan investasi, yang bertujuan untuk meningkatkan kemakmuran bagi warga Indonesia dan Amerika, serta kawasan Indo-Pasifik secara keseluruhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here