Home Otomotif Indonesia Jadi Negara ASEAN Pertama yang Produksi Kendaraan dan Baterai Listrik

Indonesia Jadi Negara ASEAN Pertama yang Produksi Kendaraan dan Baterai Listrik

18
0
Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan Indonesia bakal menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang memproduksi kendaraan listrik dalam satu ekosistem tahun depan. Maksudnya, produksi baterai maupun mobil listrik akan bisa dilakukan bersamaan di tahun 2024.

Hal ini bisa terjadi setelah pabrik baterai listrik di Karawang selesai pada tahun 2024 mendatang. Kepastian ini didapatkan Bahlil setelah ikut dalam pertemuan pemerintah Korea Selatan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) siang ini.

Bahlil menyatakan pabrik baterai listrik 10 gigawatt hasil kerja sama LG dan Hyundai sudah bisa berproduksi tahun depan.

“Di 2024 Indonesia jadi negara pertama yang produksi mobil baterai dan baterai sekaligus. Jadi tahun depan pabrik 10 gigawatt tahap pertama milik LG dan Hyundai itu sudah produksi tahun depan,” ungkap Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (15/5/2023).

Kesempatan emas ini tidak hanya menandai Tanah Air sebagai negara pertama di ASEAN yang memproduksi sel baterai EV. Tapi juga mengukuhkan komitmen pemerintah untuk mendukung proyek pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik senilai Rp 142 triliun.

“Hilirisasi ialah cara untuk menciptakan nilai tambah dari kekayaan alam yang melimpah di Indonesia, salah satunya nikel. Nikel ini kemudian prosesnya kita buat terintegrasi dari hulu sampai hilir,” ujar Staf Khusus BKPM Tina Talisa dalam siaran pers dikutip Selasa (12/3/2024).

“Itulah mengapa ada investasi baterai kendaraan listrik terintegrasi pertama di dunia dengan grand package 9,8 miliar dollar AS (setara Rp 142 triliun),” kata Tina.

Dirinya menerangkan, produksi sel di pabrik baterai kendaran listrik juga akan membuat Indonesia menjadi negara pertama produsen sel baterai kendaraan listrik di Asia Tenggara yang menggunakan teknologi terbaru dari LG.

Implikasinya, tenaga kerja muda Indonesia yang diserap pada proyek ini juga menjadi engineer kendaraan listrik pertama di Asia Tenggara atau ASEAN.

Tina berharap hilirisasi mampu menciptakan tenaga kerja yang diserap dengan layak, dalam arti memiliki kemampuan tinggi sehingga pendapatannya lebih tinggi dan mampu membawa Indonesia keluar dari middle income trap.

“Diharapkan, hilirisasi mampu menciptakan tenaga kerja yang diserap dengan layak,” ujar Tina.

Disisi lain, Presiden Direktur PT HLI Green Power Hong Woo Pyoung menyatakan kesiapan HLI untuk melakukan produksi massal.

Hong juga mengungkapkan bahwa industri baterai kendaraan listrik di Indonesia ini nantinya mampu melahirkan engineer muda pionir yang memiliki kemampuan dalam pembuatan sel baterai mobil listrik.

‚ÄĚKami telah menyiapkan segala sesuatu sejak September 2023 lalu. Kami siap untuk melakukan produksi secara massal pada April 2024 ini,” ujar dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here