Home Mancanegara BP2MI dan Kemlu RI Terus Pantau PMI Korban Kapal Tenggelam di Perairan...

BP2MI dan Kemlu RI Terus Pantau PMI Korban Kapal Tenggelam di Perairan Jepang

45
0
Kepala BP2MI Benny Rhamdani sampaikan keterangan pers. (Foto: BP2MI)

Tenggelamnya kapal tanker berbendera Korea Selatan di perairan Jepang yang diawaki Pekerja Migran Indonesia (PMI) mendapat perhatian serius Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

BP2MI terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI terkait hak-hak delapan PMI yang menjadi korban atas tenggelamnya sebuah kapal tanker berbendera Korea Selatan, di perairan Shimonoseki di Jepang pada Rabu (20/3/2024).

“Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan lembaga terkait untuk memastikan hak warga negara Indonesia terlindungi,” kata Kepala BP2MI Benny Rhamdani, Kamis (21/3/2024).

Benny mengatakan, kapal bernama Keoyoung Sun membawa muatan 980 ton dan diisi 11 awak yang terdiri atas delapan PMI, dua warga Korsel, dan satu warga Cina.

“Kapal tanker itu membawa 980 ton asam akrilat, bahan yang digunakan dalam cat, penggosok lantai, produk perawatan pribadi, dan deterjen. Sejauh ini belum ada bukti bahwa asam tersebut bocor ke laut,” jelasnya.

Benny menyebut dari 8 PMI yang menjadi korban tenggelamnya kapal Keoyoung Sun, enam orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia, satu orang masih dalam proses pencarian dan satu orang dirawat di rumah sakit di Jepang.

“Satu atas nama Asep Saifudin Zuhri (36) Cirebon Barat status masih dalam proses pencarian, Ade Supratman (31) Jawa Tengah dinyatakan status meninggal dunia, Muhammad Munir Agung Sutarmono (24) Jawa Timur Timur status meninggal dunia,” ungkapnya.

“Rian Udayana Rizard (31) Jawa Barat status selamat dan dirawat di RS Jepang, Rosim (42) Status dinyatakan meninggal dunia, Suwatno (49) status dinyatakan meninggal dunia, Yudi Yudiyana Abdullah (47) status meninggal dunia, Riko Maryanto (48) dinyatakan meninggal dunia,” sambungnya.

Benny menyebut telah menghubungi keluarga 8 PMI tersebut di Indonesia untuk menginformasikan musibah ini dan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait untuk memastikan hak-hak mereka terlindungi.

“Kita telah menghubungi keluarga korban yang ada di Indonesia untuk memberitahu peristiwa tersebut, kami juga terus berkoordinasi dengan lembaga-lembaga terkait untuk memastikan hak-hak para PMI terpenuhi, kami akan terus pastikan,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here