Home Nasional Menlu Retno Marsudi Tak Bosan Serukan Solidaritas Kemanusiaan untuk Palestina

Menlu Retno Marsudi Tak Bosan Serukan Solidaritas Kemanusiaan untuk Palestina

38
0
Menlu Retno serukan solidaritas global untuk Palestina di Pejambon Ifthar. (Foto: Kemlu)

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengajak komunitas internasional menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan global, khususnya untuk Palestina.

Hal ini disampaikan pada acara Pejambon Ifthar bersama Korps Diplomatik di Kementerian Luar Negeri serta para Duta Besar dan Perwakilan Organisasi Internasional di Jakarta, (22/3/2024).

“Ramadhan memberikan kesempatan bagi kita untuk menjadi manusia yang lebih baik, serta mendorong kita meningkatkan kebersamaan dan persahabatan. Ramadhan adalah bulan toleransi dan ukhuwah,” ujar Retno. ​

“Dari Ramadhan kita belajar pelajaran berharga tentang kasih sayang dan solidaritas, pelajaran yang sangat kita butuhkan saat ini,” lanjutnya.

“Kita sangat beruntung dapat berkumpul di sini dalam kondisi nyaman dan aman dari bahaya. Namun tidak demikian halnya untuk saudara-saudara kita di Palestina,” ungkap Retno.

Retno menjelaskan, lebih dari 32.000 warga Palestina tewas di Gaza, 13.000 diantaranya adalah anak-anak. 2 juta orang telah mengungsi, dan mereka yang tersisa saat ini menderita kelaparan.

“Menangispun mereka sudah tak sanggup,” ujarnya. Retno menegaskan bahwa solidaritas global semakin dipertanyakan.

“Sebagai seorang perempuan, seorang Ibu, seorang nenek, dan seorang manusia, penderitaan rakyat Palestina tersebut telah memberi warna yang berbeda dalam menjalani Ramadhan tahun ini,” ungkapnya.

“Apakah kita, komunitas global, hanya dapat menangis untuk mereka? Atau kita bisa lakukan sesuatu untuk menghentikan krisis kemanusiaan yang sangat mengerikan ini?” lanjutnya bertanya.

Indonesia tentunya akan terus berupaya meringankan beban bangsa Palestina, antara lain dengan terus mengirim bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan.

Meningkatkan kontribusi Indonesia di UNRWA, serta upaya-upaya lainnya seperti memberi dukungan politik melalui Pernyataan Lisan di Mahkamah Internasional untuk mendukung proses Advisory Opinion.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here