Home Nasional Simak, Ini Pesan Ganjar Pranowo kepada Para Pendukungnya

Simak, Ini Pesan Ganjar Pranowo kepada Para Pendukungnya

42
0

Kontestasi pemilihan presiden (pilpres) 2024 mulai menghadirkan tensi yang meningkat. Usai capres-cawapres mendaftarkan diri di KPU banyak beredar berbagai informasi yang membuat suhu politik di Indonesia mulai menghangat.

Berita atau informasi hoaks mulai bertebaran di jagad media sosial, baik lewat para buzzer maupun para relawan atau pendukung fanatik, bahkan oleh para lawan politik.

Terkait hal tersebut, Ganjar Pranowo menyampaikan pesan kepada para pendukungnya untuk menghadirkan pemilu yang sejuk dan penuh kegembiraan.

“Kepada kawan-kawan semua, baik pendukung, rival, media, dan masyarakat umum. Kembali saya ingatkan untuk tidak menyebarkan disinformasi dan hoax,” cuit Ganjar Pranowo di akun Twitter-nya, (26/10/2023).

“Mari kita beradu data dan gagasan. Jangan terjebak adu sentimen yang penuh emosi,” ujar Ganjar.

“Hadirkan pemilu yang sejuk, penuh gegap gempita kegembiraan dan harapan Menuju Indonesia Unggul,” tambahnya lagi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, penyebaran berita bohong atau hoaks di media sosial bakal mewarnai perhelatan pemilu tahun depan.

Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda memprediksikan puncak penyebaran hoaks di media sosial akan terjadi di bulan Februari 2024.

“Nah, kalau saat ini, bukan tidak mungkin, hoaks itu akan meningkat dan memuncak di akhir November 2023, pada tahapan kampanye sampai pada awal Februari 2024, menjelang tahapan pemungutan suara,” ungkapnya saat menjadi pengajar di kegiatan Mata Kuliah Kecerdasan Digital Lanjutan: Pemilu dan Transformasi Digital 2023 yang digelar Universitas Gaja Mada (UGM), Sabtu (2/9/2023) secara daring.

Untuk mengantisipasi hal tersebut Herwyn menjelaskan bahwa Bawaslu telah melakukan pencegahan dengan melakukan media monitoring sekaligus mempublikasikan informasi dan edukasi kepemiluan secara massif agar maraknya informasi hoaks dapat diredam dengan berita kebenaran.

“Kami juga melakukan kolaborasi kepada stakeholder terkait seperti Kemenkominfo, platform media sosial, media, dan konten kreator, dan juga membentuk gugus tugas pengawasan kampanye bersama KPI, KPU, dan Dewan Pers,” paparnya.

Dari sisi pengawasan, tentu Herwyn berharap ada peran aktif juga dari masyarakat untuk melaporkan jika ada terjadi penyebaran berita hoaks, ujaran SARA, dan ujaran kebencian melalui aplikasi Sigap Lapor.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here