Home Nasional Sistem Pertahanan IKN Harus Dirancang Berlapis dari Militer, Nirmiliter, dan Diplomasi

Sistem Pertahanan IKN Harus Dirancang Berlapis dari Militer, Nirmiliter, dan Diplomasi

45
0

Ibu Kota Negara (IKN) memiliki peranan penting dan fundamental yang sangat menentukan eksistensi negara. Oleh karena itu, sistem pertahanannya harus dirancang secara komprehensif, holistik, dan integral.

Brigjen Suteikno Suleman, Asdep Koordinasi Wilayah Perbatasan dan Tata Ruang Pertahanan Kemenko Polhukam, mengatakann, “IKN Nusantara harus dirancang dan disiapkan secara komprehensif, holistik, dan integral dalam rangka perlindungan dan keamanan IKN dari berbagai ancaman.”

Terkait hal tersebut, Kemenko Polhukam sebagai kementerian yang mengkoordinasikan isu dan kebijakan pertahanan negara berperan aktif mengawal dan mengendalikan Desain Sistem Pertahanan IKN.

Sehingga, dengan begitu, pembangunan pertahanan IKN dapat terwujud sesuai dengan apa yang direncanakan dan ditetapkan.

Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2022 tentang Perincian Induk Ibu Kota Nusantara menegaskan sejumlah hal.

Pertama, sistem dan strategi secara utuh bersifat semesta yang melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya nasional, serta menyelenggarakan pembangunan postur pertahanan negara, pembangunan sistem pertahanan negara, dan pembangunan kelembagaan.

Kedua, pertahanan IKN diselenggarakan dengan sistem dan strategi pertahanan berlapis yang ditempuh dengan pertahanan cerdas (smart defense), yaitu sinergi antara pertahanan militer (hard defense) dan pertahanan nirmiliter (soft defense).

Pertahanan cerdas tersebut kemudian disinergikan dengan diplomasi total sebagai wujud dual sinergi sistem pertahanan IKN.

“Pembangunan postur pertahanan diarahkan untuk mewujudkan pertahanan militer dan pertahanan nirmiliter menuju kekuatan maritim regional yang disegani di kawasan Asia Timur dengan prinsip defensif aktif dan berlapis dalam rangka menjamin kepentingan nasional,” papar Suteikno.

Suteikno menyampaikan bahwa Kemenko Polhukam dan kementerian serta lembaga terkait, termasuk Forkompinda Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Panajam Paser Utara, dan Kutai Kertanegara telah melakukan identifikasi tentang desain sistem pertahanan IKN.

“Hasilnya ada sejumlah hal yang masih harus didiskusikan lagi. Untuk itu kita perlu menyamakan persepsi terkait konsep pertahanan negara yang belum diketahui oleh semua, terutama terkait peran nirmiliter. Apalagi saat ini sudah banyak berbagai macam teknologi seperti drone, robot perang, dan lainnya,” ujar Suteikno.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here