Home Nasional BMKG Minta Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem Hingga Pekan Depan

BMKG Minta Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem Hingga Pekan Depan

22
0
(Foto: BMKG)

BMKG mencatat adanya hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia sejak tanggal 8 hingga 14 Maret 2024.

Tercatat, hujan dengan kategori sangat lebat terjadi di wilayah Papua Barat (Nabire) 101.4 mm/hari dan Sulawesi Selatan (Maros) 102.9 mm/hari. Sedangkan hujan dengan kategori ekstrem terjadi di Nusa Tenggara Timur (Kupang) 156.8 mm/hari dan Jawa Tengah (Semarang) 238 mm/hari.

Dalam keterangan resminya, (14/3/2024), BMKG menyebutkan berdasarkan analisis cuaca terkini serta dengan mengamati perkembangan kondisi cuaca dalam sepekan ke depan, BMKG mengidentifikasi masih adanya potensi peningkatan curah hujan secara signifikan di beberapa wilayah Indonesia.

Dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya tiga Bibit Siklon Tropis, yaitu Bibit Siklon Tropis 91S, 94S, dan 93P yang termonitor berada di sekitar Samudera Hindia selatan Jawa, Laut Timor, dan Laut Australia. Kondisi tersebut menunjukkan pengaruh terhadap wilayah Indonesia bagian selatan.

Kombinasi pengaruh fenomena-fenomena tersebut, BMKG memperkirakan timbulnya potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat yang disertai kilat/angin kencang di sebagian wilayah Indonesia hingga 18 Maret 2024.

Adapun wilayah yang akan mengalami kondisi tersebut meliputi: Bengkulu, Lampung, Pulau Jawa dan Bali, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Peningkatan curah hujan hingga kategori lebat pada wilayah tersebut memicu potensi dampak bencana hidrometeorologi untuk tanggal 14-16 Maret 2024.

Sementara, Bibit Siklon Tropis 91S di selatan Jawa dan Bibit Siklon Tropis 94S di Laut Timor – tenggara NTT memberikan dampak signifikan berupa peningkatan kecepatan angin hingga mencapai 35 knot. Kondisi tersebut mempengaruhi peningkatan tinggi gelombang di beberapa wilayah perairan Indonesia.

Fenomena Super New Moon atau fase Bulan Baru yang bersamaan dengan Perigee (jarak terdekat bulan ke bumi) juga memberikan dampak pada peningkatan ketinggian pasang air laut maksimum, sehingga berpotensi mengakibatkan terjadinya banjir pesisir (rob) di beberapa wilayah pesisir Indonesia.

Potensi Tinggi Gelombang Periode 14 -18 Maret 2024 dengan ketinggian 4.0 – 6.0 m (Very Rough Sea) dapat terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTB.

Sedangkan Potensi Banjir Pesisir (Rob) Periode 14 -18 Maret 2024 dapat terjadi di beberapa daerah seperti Pesisir utara Medan-Sumatera Utara, Pesisir Batam, Karimun, dan Bintan-Kep. Riau, Pesisir Lampung.

Selain itu juga akan terjadi rob di wilayah Pulau Jawa, meliputi: Pesisir barat Banten, Pesisir utara Jawa Tengah, Pesisir selatan Jawa. Selanjutnya di Pesisir selatan Bali, Pesisir selatan NTB dan NTT.

Di bagian timur Indonesia, diprediksikan akan terjadi rob di wilayah, seperti: Pesisir timur Kendari, Konawe, dan Konawe Utara-Sulawesi Tenggara, Pesisir Saumlaki-Maluku, dan Pesisir Merauke-Papua Selatan

Terkait informasi Bibit Siklon Tropis 91S 94S, dan 93P masyarakat diminta tetap waspada akan kemungkinan potensi cuaca ekstrem yang ditimbulkannya. Masyarakat juga dihimbau terus melakukan monitoring perkembangan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here