Home Nasional Kepala BNPB Berikan Pembekalan Pengetahuan Kebencanaan pada Pasis Seskoad

Kepala BNPB Berikan Pembekalan Pengetahuan Kebencanaan pada Pasis Seskoad

15
0

Indonesia yang berada dalam kawasan Cincin Api (Ring of Fire) dikenal sebagai daerah rawan bencana. Oleh karena itu mitigasi bencana perlu disosialisasikan ke seluruh penjuru mata angin.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yaitu dengan memberikan pembekalan kepada Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler LXIII Seskoad.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, S.Sos, M.M. memberikan ceramah pembekalan kepada Pasis di Gedung Jendral Gatot Soebroto Seskoad, Bandung, Jawa Barat.

“Bencana merupakan tantangan bahkan ancaman nyata yang akan dihadapi para siswa setelah mengikuti Pendidikan seskoad dan kembali memasuki ke satuan masing-masing. Bencana itu pasti. Ada bencana alam dan bencana non alam,” ucap Suharyanto di Bandung, (17/11/2023).

“Bencana geologi dan vulkanologi, hidrometeorologi kering, hidrometeorologi basah, kemudian bencana non alam. Semua jenis bencana ada di Indonesia,” sambungnya.

“Di satu sisi kita berbangga hati tinggal di Indonesia yang terkenal akan kekayaan melimpah dan sumber daya alam yang luar biasa, di sisi lain kita tinggal di daerah rawan bencana,” imbuhnya.

Suharyanto menjelaskan tugas dan fungsi BNPB mulai dari menangani pra bencana, saat bencana dan pasca bencana, berdasarkan Undang-Undang No. 24 Tahun 2007.

“Ketika terjadi banjir, longsor dan bencana lain di daerah, jika bersifat ringan delegasinya di BPBD sebagai fungsi komandonya, TNI/Polri bisa menginduk kepada BPBD. Jika bencana besar, tidak bisa ditangani oleh BPBD, BNPB harus turun karena bencananya masif dan langsung pegang komando,” kata Suharyanto.

Dirinya menjelaskan beberapa kejadian bencana di Indonesia, komando penanganan di lapangan tidak lepas dari peran TNI.

“Di Palu bencana gempa tsunami likuifaksi akhirnya waktu itu Panglima Divisi Kostrad diminta untuk membantu, kejadian gempa di NTB akhirnya Perwira tinggi TNI sebagai Dansatgas saat tanggap darurat, di Cianjur Komandan Korem sehari-hari yang memegang tahap tahap pengendalian,” tuturnya.

Selain bencana alam, lanjut Suharyanto, ada juga bencana non alam yang menjadi tugas BNPB, seperti pandemi Covid-19 dan penyakit mulut dan kuku yang menimpa hewan ternak.

Tidak hanya melakukan penanganan bencana yang ada di Indonesia saja, BNPB juga terjun membantu penanganan bencana di negara lain dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan.

Pada akhir pemaparan, Suharyanto berharap para Perwira Siswa dapat menjadikan pengetahuan kebencanaan ini menjadi bekal untuk turut menjaga keselamatan masyarakat dari potensi bencana.

“Anda semua akan bertugas di satuan angkatan darat dan kepolisian, pengetahuan ini dijadikan bekal. Ingat ini menjadi tugas dan tanggung jawab kita untuk menjaga keselamatan masyarakat di antaranya keselamatan menghadapi bencana,” pungkas Suharyanto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here