Home Mancanegara TPPO dan Kejahatan Transnasional Lainnya Masih Menghantui Kawasan ASEAN

TPPO dan Kejahatan Transnasional Lainnya Masih Menghantui Kawasan ASEAN

18
0

Sebagai bagian dari rangkaian KTT ASEAN di Jakarta digelar juga ASEAN Political Security Community (APSC) Council di Sekretariat ASEAN, Jakarta, (4/9/2023).

Menko Polhukam Mahfud MD dan Menlu Retno Marsudi memimpin sidang ke-27 APSC Council yang diikuti para menteri luar negeri negara anggota ASEAN.

Sidang tersebut mengangkat dua agenda utama yaitu review kemajuan kerja sama badan sektoral Pilar Masyarakat Polkam ASEAN dan kemajuan implementasi Cetak Biru Pilar Masyarakat Polkam ASEAN 2023.

“Sebagai mandat dari APSC Council, kita tidak boleh mengesampingkan tantangan spesifik di kawasan kita ini. Pada KTT ke-42 di Labuan Bajo bulan Mei 2023 lalu, para kepala negara telah menyepakati ASEAN Leaders Declaration Combatting Trafficking in Persons, kini saatnya kita terus mengimplementasikan komitmen ini, kita harus memastikan upaya pencegahan, persekusi pelaku, dan perlindungan korban,” ujar Mahfud MD.

Menko Polhukam juga menyoroti masih belum adanya kemajuan signifikan implementasi 5 Poin Kesepakatan oleh junta militer Myanmar yang menghambat kerja sama ASEAN secara keseluruhan.

Mahfud juga menyampaikan mengenai situasi global yang dipengaruhi oleh menguatnya rivalitas geopolitik dan perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung. Mahfud mengingatkan bahwa ASEAN tidak ingin hal serupa terjadi di kawasan.

Menurut Mahfud, selain tindak pidana perdagangan orang (TPPO), ASEAN juga perlu memperkuat kerja sama pemberantasan kejahatan transnasional lainnya seperti peredaran narkoba, pencucian uang, dan terorisme melalui manajemen perbatasan dan berbagai informasi.

Terkait tantangan keamanan di kawasan ASEAN, Mahfud menyampaikan, ASEAN harus mampu menghadapi tantangan saat ini dan ke depan, dengan kerja sama politik dan keamanan yang solid untuk membawa kemakmuran rakyat ASEAN.

“Karena itu, kerja sama politik dan keamanan ASEAN harus menitikberatkan pada kawasan dan berpusat pada komunitas ASEAN. Memastikan semuanya terlibat dan memiliki akses adalah kunci untuk kestabilan dan kemakmuran kawasan ASEAN,” ujar Mahfud.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here