Home Nasional Minta Relawan Koordinasi dengan KPU dan Bawaslu, Ganjar Bantu Korban Erupsi Marapi

Minta Relawan Koordinasi dengan KPU dan Bawaslu, Ganjar Bantu Korban Erupsi Marapi

14
0

Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo meminta relawan pendukungnya untuk berkonsultasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI sebelum memberikan bantuan kepada warga terdampak erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat.

Dia mengatakan, tidak mau niat baik membantu warga yang sedang kesusahan akibat bencana justru diartikan sebagai praktik politik uang.

Ganjar sendiri bermaksud membantu, namun musim kampanye mengharuskannya berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) agar tidak terjadi kesalahan.

“Selagi kita punya kemampuan, mari kita bantu warga yang ada di Marapi. Teman-teman, ini juga bisa kita gerakkan. Ketika satu daerah bencana, maka seluruh warga bangsa wajib hukumnya membantu,” ujar Ganjar Pranowo di Donggala, Sulawesi Tengah, Senin (4/12/2023).

Ganjar mengaku telah dihubungi sejumlah kelompok sukarelawan dan diminta menerjunkan bantuan ke daerah terdampak bencana. Namun dia menekankan perlu koordinasi yang baik dengan semua stakeholder.

Taat peraturan, mantan Gubernur Jawa Tengah itu juga meminta para relawan untuk berkomunikasi dengan KPU dan Bawaslu setempat agar terhindar dari praktik kampanye politik uang.

“Saya bilang komunikasi dulu dengan Bawaslu, komunikasi dulu dengan KPU, agar nanti tidak masuk kategori money politics, karena niatnya sebenernya baik gitu ya,” kata Ganjar.

Evakuasi puluhan pendaki yang menjadi korban erupsi Gunung Marapi, Sumatera Barat pada Minggu (3/12/2023) masih berlangsung hingga kini. Tim gabungan menghadapi sejumlah kendala dalam evakuasi pendaki Gunung Marapi.

Kasiops Kantor SAR Padang, Hendri, mengatakan kendala tim di jalur evakuasi yakni kondisi cuaca yang tidak mendukung sejak erupsi. Kemudian juga sering terdapat erupsi susulan yang justru membahayakan proses evakuasi.

“Tadi malam hujan kemudian juga erupsi susulan sangat sering terjadi,” kata Hendri, Senin (4/12/2023).

Saat proses evakuasi berlangsung dan erupsi Gunung Marapi susulan terjadi, maka tim penyelamat harus segera mencari tempat berlindung terlebih dahulu. Hingga Senin pagi, erupsi susulan masih terus terjadi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, para keluarga dan kerabat korban sudah mendatangi pos informasi. Ada juga keluarga korban yang menunggu di pos Marapi dan di pintu masuk Batu Palano.

Diwartakan sebelumnya, Gunung Marapi di Sumatera Barat mengalami erupsi pada Minggu, 3 November 2023.

Sejauh ini, terdapat 11 orang pendaki yang ditemukan meninggal dunia, Sedangkan 12 pendaki lainnya masih dicari keberadaannya.

Adapun terdapat 52 orang pendaki yang telah dievakuasi dalam kondisi selamat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here