Home Nasional Pertamina akan Bangun Jakarta Integrated Green Terminal Berteknologi Canggih dan Ramah Lingkungan

Pertamina akan Bangun Jakarta Integrated Green Terminal Berteknologi Canggih dan Ramah Lingkungan

16
0

PT Pertamina (Persero) saat ini sedang mempersiapkan pembangunan terminal energi yang ramah lingkungan dan paling canggih di Indonesia.

Jakarta Integrated Green Terminal (JIGT) ini nantinya akan lebih besar dan lebih modern dari Integrated Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang.

Terminal ini tidak hanya akan menampung bahan bakar seperti LPG, BBM, Gasoline, dan Biodiesel tapi juga dirancang untuk bisa menampung LNG, CPO, UCO (Used Cooking Oil), dan petrokimia.

Terminal ini juga bisa untuk menampung Hidrogen yang diperkirakan akan tumbuh permintaannya di 2030.

Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina, A. Salyadi Saputra memaparkan bahwa Jakarta Integrated Green Terminal ini akan berada di kawasan Kalibaru, Jakarta Utara dan nantinya akan mendukung ketahanan energi nasional.

“Jakarta Integrated Green Terminal dirancang untuk menjadi terminal energi dengan standar operasional terbaik di kelasnya dengan penerapan teknologi terbaru dan skala fleksibilitas terbaik untuk memenuhi kebutuhan energi di area Jabodetabek,” ujar Salyadi.

Salyadi menambahkan, Pertamina memberikan mandat kepada PT Pertamina International Shipping (PIS) selaku Sub Holding Integrated Marine Logistics yang selama ini fokus mengelola terminal energi strategis, untuk mengerjakan dan mengembangkan Jakarta Integrated Green Terminal.

CEO Pertamina International Shipping (PIS) Yoki Firnandi menjelaskan, persiapan pembangunan Jakarta Integrated Green Terminal ini telah berjalan, di mana studi awal pengembangan konsep terminal baru ini sudah selesai dilakukan.

Terminal energi ramah lingkungan ini rencananya akan dibangun di kawasan yang dikembangkan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) di area Kalibaru, Jakarta Utara.

Lokasi yang berada di daerah tepi laut tersebut memiliki area seluas 64 hektare dan diproyeksi memiliki kapasitas penampungan hingga 6 juta barel.

Tahap berikutnya, PIS berkoordinasi dengan Pelindo akan mulai menyusun feasibility study untuk pembangunan Jakarta Integrated Green Terminal.

Lokasi tersebut dinilai cukup strategis dan bisa menjadi pintu gerbang ekosistem perdagangan energi/ energy trading melalui koridor Singapura – Indonesia yang memiliki porsi 30%-35% alur perdagangan global untuk minyak dan LNG.

“Terminal ini sekaligus pelopor yang memasukkan faktor ESG dan konsep karbon netral dalam pembangunan, mulai dari tahap konstruksi hingga operasional,” jelas Yoki.

“Dari sisi teknologi, terminal ini juga menerapkan sistem digital yang akan membuat pengelolaannya lebih modern dan efisien,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here