Home Bisnis Pertumbuhan Ekonomi RI Kokoh di Tengah Krisis, Jokowi: Kita Masuk 3 Besar...

Pertumbuhan Ekonomi RI Kokoh di Tengah Krisis, Jokowi: Kita Masuk 3 Besar di G20

32
0
Presiden Joko Widodo bersama nasabah program Mekaar binaan PNM di Lapangan Lima Puluh, Sumut, Rabu, (7/2/2024)

Kepala Negara menyinggung konflik di Ukraina, Gaza, dan Yaman yang membuat hampir semua negara produsen beras mengerem ekspor. Selain karena konflik di tiga negara itu, perubahan iklim juga menyebabkan ekspor beras direm.

“Dan sudah banyak negara yang masuk dalam jurang resesi. Terakhir kta tahu Inggris sudah masuk ke resesi, Jepang sudah masuk ke resesi, dan probabilitas resesi sudah melanda negara-negara besar. Sebagai contoh, Jerman sudah di angka 72 persen. Kemungkinan bisa masuk ke resesi,” kata Jokowi di Rapim TNI-Polri di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (28/2).

Di tengah banyak negara maju yang masuk resesi, Presiden Joko Widodo mengungkapkan probabilitas Indonesia untuk masuk resesi berada di angka 1,5 persen.

“Dan patut kita syukuri alhamdulillah di tengah krisis dunia yang bertubi-tubi, ketidakpastian ekonomi yang sulit dikalkulasi, perekonomian kita cukup kokoh dan kalau di G20 masuk 3 besar ekonomi yang kondisi growth dan pertumbuhan ekonominya baik,” ungkap Jokowi.

Jokowi mengaku bersyukur dengan kinerja ekonomi Indonesia di tengah krisis dan ketidakpastian ekonomi di dunia. Menurutnya ekonomi Indonesia sangat kokoh dengan pertumbuhan yang tinggi.

Bahkan, dia menyatakan saat ini Indonesia masuk dalam 3 besar negara G20 dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi.

“Patut kita syukuri alhamdulillah di tengah krisis dunia yang bertubi-tubi ketidakpastian ekonomi yang sulit dikalkulasi, perekonomian kita cukup kokoh dan kalau di G20 masuk 3 besar ekonomi yang kondisi growth dan pertumbuhan ekonominya baik,” sebut Jokowi dalam sambutannya di Rapim TNI Polri, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (28/2/2024). Ekonomi Indonesia dipaparkan Jokowi tumbuh 5,05% di tahun 2023. Dengan catatan inflasi terkendali rendah di 2,57%.

Kesejahteraan sosial juga meningkat karena angka kemiskinan turun ke level 9,36% dan pengangguran turun ke level 5,32%. Selain itu, Gini Ratio yang menggambarkan ketimpangan di sebuah negara juga turun di angka 0,388 poin.

Kendati begitu, Jokowi tak mau semua pihak terlena melihat angka-angka indikator positif tadi. Dia meminta kehati-hatian harus tetap dijaga. Pasalnya kompetisi global juga makin ketat.

“Kita harus tetap waspada, karena ke depan kompetisi global itu semakin kompleks, semakin tidak jelas arahnya ke mana. Dalam pertemuan-pertemuan baik G20, G7, di ASEAN, semuanya kalau kita bicara ketidakjelasan ekonomi dan geopolitik ini menyebabkan ketidakpastian,” ujar Jokowi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here