Home Nasional Peran Perempuan di Sektor Pertanian Masih Hadapi Banyak Kendala

Peran Perempuan di Sektor Pertanian Masih Hadapi Banyak Kendala

32
0
Eratani luncurkan Program Komunitas Petani Perempuan Sang Rani. (Foto: Eratani)

Perempuan memiliki peran penting dalam pengembangan lanskap pertanian, baik sebagai petani, pekerja, maupun pengelola rumah tangga yang mendukung kegiatan pertanian. Meski begitu, peran perempuan dalam sektor pertanian cenderung terhambat oleh berbagai kendala.

Menurut laporan Food and Agriculture Organization yang dirilis pada tahun 2023, perempuan yang melakukan pekerjaan pertanian memperoleh upah yang lebih rendah dibandingkan laki-laki.

Selain itu, akses pelatihan, kesenjangan dalam kepemilikan lahan, akses ke pembiayaan, serta penggunaan teknologi yang cenderung dirancang untuk laki-laki juga masih menjadi tantangan hingga saat ini.

Untuk mendukung upaya pemberdayaan dan kemandirian perempuan di sektor pertanian, Eratani resmi meluncurkan program komunitas petani perempuan yang diberi nama “Sang Rani” yang berarti wanita tangguh.

Program ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang inklusif bagi para petani perempuan agar dapat lebih berkembang dan memiliki otoritas terhadap kegiatan pertanian mereka.

“Program Sang Rani adalah bukti komitmen kami untuk mendukung program pemerintah, terutama penerapannya yang dikhususkan untuk petani perempuan,” ujar Co-Founder dan CEO Eratani, Andrew Soeherman di Jakarta, (5/3/2024).

“Kami berharap, program ini dapat membangun kesadaran dan meningkatkan kepedulian kita untuk bersama-sama memberdayakan perempuan sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),” kata Andrew.

Kepala Bidang Pengarusutamaan Gender Dinas Perempuan dan Perlindungan Anak Karawang, Siti Komarianingsih menyambut antusias peluncuran program Sang Rani.

“Kami yakin dengan dukungan yang tepat, para petani perempuan dapat lebih memaksimalkan potensi dirinya. Kami akan turut serta mendampingi Eratani untuk terus melakukan pemberdayaan perempuan,” lanjutnya.

“Sejak bergabung dengan Eratani, saya merasakan sendiri peningkatan pada hasil pertanian saya. Ditambah lagi saat ini Eratani punya kegiatan untuk perempuan. Saya jadi merasa semakin didampingi dan didukung bukan hanya soal pertanian, tapi juga tentang peran kami di dalam keluarga,” jelas Yanti, Petani Binaan Eratani.

Sejak tahun 2021, Eratani merupakan perusahaan teknologi pertanian yang menyediakan akses pendanaan, pendampingan, serta akses pasar dengan memanfaatkan penggunaan teknologi untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani.

Menggandeng lebih dari 22.000 petani yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Juga telah menjalin kerja sama dengan 500 kios pertanian dan 70 penggilingan padi (Rice Milling Units).

Pada tahun 2023, Eratani telah memperoleh penghargaan sebagai Top 3 Best Agritech in the World dari G20 Digital Innovation Alliance.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here