Home Politik Oposisi Itu Kecelakaan, JK: Tidak Ada Partai Politik yang Mau Jadi Oposisi

Oposisi Itu Kecelakaan, JK: Tidak Ada Partai Politik yang Mau Jadi Oposisi

17
0
Wakil Presiden RI ke-10 Jusuf Kalla

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) menuturkan, tidak ada partai politik didirikan memiliki tujuan sungguh-sungguh menjadi oposisi dengan pemerintahan.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar tersebut mengatakan oposisi bagi partai politik merupakan sebuah kecelakaan karena cenderung pragmatis.

Menurutnya wajar jika partai politik bersikap pragmatis setiap usai pemilu. Dia mencontohkan pada Pemilu 2004, saat Partai Golkar tidak mengusung dirinya saat maju bersama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun, pada akhirnya bergabung dengan koalisi pemerintahan karena JK dan SBY menang.

“Dalam politik, dalam pemilihan, semua tujuan partai politik itu dia ingin memiliki wewenang dan kekuasaan,” kata JK dalam acara Election Talk di FISIP Universitas Indonesia, Kamis (7/3/2024).

“Tidak ada semua partai politik yang didirikan (ingin) menjadi oposisi,” jelasnya.

Karena itu, JK menilai bagi partai politik, oposisi merupakan sebuah kecelakaan. Karena tujuan dari partai politik, bagi JK, adalah berperan sebagai pemerintah.

“Oposisi itu kecelakaan karena tidak menang. Ia jadi oposisi, ini kecelakaan,” katanya.

“Untuk menyenangkan visi misi daripada partai, dia harus ada di pemerintahan, dia harus berada atau di DPR,” tambahnya.

Lebih jauh, JK menegaskan tak ada partai yang dari awal ingin menempatkan dirinya menjadi oposisi. Politikus senior Partai Golkar ini menginginkan adanya perbaikan demokrasi.

“Sekali lagi tidak ada partai yang didirikan atau mau jadi oposisi, oposisi bagi partai adalah kecelakaan jadi karena itu banyak pragmatis,” katanya.

“Sering orang bertanya kita bagaimana menjalin demokrasi yang tepat, ya demokrasi jangan mencontoh yang sekarang ini, tapi demokrasi yang punya makna demokrasi yang punya cara yang baik untuk bangsa ini,” tambah JK.

Lebih dari itu, JK juga menyinggung partainya, Partai Golkar, yang menurutnya bersikap pragmatis. JK mengungkit saat Pemilu 2004, ketika dirinya menang bersama Presiden RI ke-6 SBY, Golkar bergabung ke pemerintahan.

“Nah, apakah partai-partai akan berubah? Banyak partai yang pragmatis, termasuk partai saya Golkar. Dulu kalah Pemilu 2004, tapi saya menjadi wakil presiden bukan didukung oleh Golkar, saya jalan sendiri. Ah, tapi begitu menang kita, ah bergabung Golkar itu pula. Itu biasa aja politik itu,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here