Home Bisnis Menparekraf Sandiaga Uno Dekati Singapura untuk Jajaki Kerja Sama Gelar Konser Kelas...

Menparekraf Sandiaga Uno Dekati Singapura untuk Jajaki Kerja Sama Gelar Konser Kelas Dunia

25
0
Musisi Taylor Swift

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menemui pemerintah Singapura untuk menjajaki potensi kolaborasi dalam menghadirkan konser-konser musisi kelas dunia dan kegiatan berkelas internasional lainnya di Indonesia.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, kemarin, Sandiaga mengatakan, ia menemui Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan sekaligus Pejabat Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Grace Fu Hai Yien.

“Pertemuan itu untuk membahas potensi kolaborasi antara Indonesia dan Singapura dalam menghadirkan berbagai kegiatan berkelas internasional, terutama konser-konser yang menghadirkan musisi kelas dunia,” kata Sandi

Kemudian Menparekraf Sandiaga Uno juga menambahkan perekonomian Singapura mengalami peningkatan pasca konser penyanyi Taylor Swift diselenggarakan.

“Berkaca dari penyelenggaraan konser penyanyi Taylor Swift di Singapura baru-baru ini, perekonomian Singapura mengalami peningkatan karena pengeluaran para penonton konser ini lima kali lipat lebih besar dibanding wisatawan biasa,” ujar Sandiaga.

“Strateginya kita menawarkan insentif khusus buat para promotor atau event organizer yang akan mendatangkan atraksi internasional di Indonesia,” terang Sandiaga Uno dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Selasa, 12 Maret 2024.

Pemerintah Indonesia saat ini tengah menyiapkan Indonesia Tourism Fund sebagai penyedia dana pendamping dan insentif bagi pelaku parekraf di Tanah Air. Insentif ini, kata Sandiaga, tidak terbatas pada penyelenggaraan konser musik saja, namun juga untuk penyelenggaraan event kebudayaan dan olahraga.

Selain insentif, Menparekraf Sandiaga menuturkan pihaknya akan bekerja sama lintas kementerian dan lembaga untuk menyiapkan infrastruktur penunjang, digitalisasi perizinan, peningkatan sumber daya manusia (SDM). Lalu akan ada pemberantasan calo untuk meningkatkan persaingan Indonesia dengan negara Asia Tenggara lain dalam menghadirkan event-event berkelas internasional.

“Kita meyakini dengan digitalisasi perizinan konser atau perizinan satu pintu, promotor tidak akan mengalami kesulitan dan dapat mengeluarkan biaya yang lebih murah selama pengajuan izin. Mekanisme ini juga akan memangkas alur perizinan serta membuat proses yang ada menjadi lebih transparan,” tutur pria yang biasa disapa Sandi ini.

Meski, Sandiaga mengungkapkan musisi nasional sebenarnya juga tidak kalah berkualitas dengan musisi-musisi internasional. Indonesia juga memiliki banyak festival-festival musik yang tersebar di seluruh negeri, sehingga musisi lokal juga berkesempatan mendapat panggung di negeri sendiri.

“Banyak juga musisi Indonesia dan internasional yang berkolaborasi seperti konser Coldplay di Jakarta dan Jonas Brothers di ICE BSD. Kita harus mampu meningkatkan kapasitas kompetensi musisi nasional melalui pengembangan teknologi, akses digitalisasi, maupun strategi pemasaran yang inovatif melalui pemanfaatan platform digital,” tutup Sandi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here