Home Ekonomi Mencermati Pergantian Kabinet, IHSG Diprediksi Tembus 8.000

Mencermati Pergantian Kabinet, IHSG Diprediksi Tembus 8.000

25
0
Pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bisa melaju tinggi pada tahun 2024. Agar dapat cuan secara maksimal, analis rekomendasi para investor mulai memperhatikan sejumlah saham berikut.

Untuk tahun 2024, sekuritas asing menyematkan pandangan optimisme terhadap pasar saham Indonesia. Bahkan, sekuritas asing memprediksi IHSG tahun 2024 bisa menyentuh level 8.000.

Presiden Direktur Maybank Sekuritas Indonesia, Wilianto menjelaskan, perhitungan itu merujuk pada sejumlah faktor global, termasuk penurunan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, dan perlambatan ekonomi di negeri paman Sam itu.

“Dengan kondisi global ada penurunan suku bunga, ekonomi akan bottom di tahun ini, di mana AS ditakutkan resesi cukup dalam, tapi mungkin yang terjadi hanya soft landing. Menurut saya IHSG di akhir tahun pada kisaran 8.000an, sudah realistis,” ujar Wilianto dalam webinar Indonesia Investment Education, ditulis Senin (4/3/2024).

Kendati kenaikan itu hanya sekitar 10 persen dari IHSG saat ini yang berada di kisaran 7.300, Wilianto menjelaskan bahwa kenaikan IHSG itu bisa menjadi 20 persen hingga 20 persen di saham-saham tertentu. Adapun dari dalam negeri, sentimen yang menjadi perhatian adalah pergantian kabinet.

“Jadi untuk IHSG 8.000, sentimen uncertainty pemilu sudah lewat. Sekarang tinggal susunan kabinet -nya, jangan sampai mengecewakan pasar,” imbuh Wilianto.

Pelaku pasar mencermati pergantian kabinet, terutama untuk posisi Menteri Keuangan (Menkeu) yang saat ini dijabat oleh Sri Mulyani. Secara garis besar, Wilianto mengatakan hal ini lumrah, mengingat kebijakan ekonomi secara makro akan melibatkan Menkeu.

Dirinya mengaku tak terlalu khawatir siapa Menkeu baru yang akan ditunjuk, sebab dia percaya Indonesia memiliki sumber daya manusia yang mumpuni, yang bisa mengemban posisi tersebut. “Cukup banyak orang Indonesia yang bagus (untuk jadi Menkeu).

Menkeu sebelum Sri Mulyani juga bisa diterima  baik oleh pasar. Yang kita takutkan jangan sampai terkesan kabinet di portofolio ekonomi itu terlihat seperti orang-orang yang dipilih secara politis tanpa melihat kemampuan dan kredibilitasnya,” imbuh Wilianto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here