Home Bisnis Kemenhan dan Kementan Gelar Panen Raya Jagung “Food Estate” Gunung Mas

Kemenhan dan Kementan Gelar Panen Raya Jagung “Food Estate” Gunung Mas

28
0
Kementerian Pertahanan RI bersama Kementerian Pertanian melakukan panen raya jagung di lahan “food estate” Desa Tewai Baru, Kecamatan Sepang, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, pada Senin (11/3/2024)

Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menggelar panen jagung di lahan food estate. Kali ini panen dilakukan di food estate Desa Tewai Baru, Kecamatan Sepang, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah.

Lewat siaran resmi Kementerian Pertanian, Kepala Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Kalimantan Tengah Akhmad Hamdan mengatakan panen dilakukan di tiga lokasi food estate. Menurut dia, rata-rata hasil produksi jagung di tiga lokasi itu mencapai 5,6 ton hektare. 

“Ini masuk dalam kategori tinggi karena dihitung berdasarkan pongkol kering,” ujar Hamdan pada Selasa, 12 Maret 2024.

Kegiatan panen raya ini dihadiri oleh Asisten Khusus Asisten Khusus Menhan Bidang Ketahanan Pangan, Letjen TNI (Purn) Ida Bagus Purwalaksana yang mewakili Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam panen itu, mengatakan bahwa Kemenhan berjanji akan memperbanyak menanam singkong dan kedelai.

“Selain jagung, ke depannya akan kami perbanyak menanam singkong dan kedelai bahkan labu Belanda yang merupakan komoditas ekspor,” kata Ida Bagus dalam siaran pers Kemenhan, Rabu (13/3/2024) sore.

Lebih lanjut, kata Ida Bagus, Kemenhan akan terus fokus menanam di Sepang, Gunung Mas.

Ia mengeklaim, program food estate berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan atau perekonomian masyarakat, utamanya petani.

“Selain mendapat manfaat dari segi pendapatan, masyarakat kita di sekitar lahan juga jadi lebih mandiri dalam bertani karena cukup banyak ilmu yang diperoleh dari para Babinsa dalam hal bercocok tanam.

Jadi jelas, sangat banyak manfaat yang kita terima,” kata Ida Bagus. Ia juga menyebut, kehadiran prajurit TNI Angkatan Darat di Kecamatan Sepang memberi dampak baik berwujud kemandirian sosial ekonomi bagi masyarakat.

Sebelumnya, proyek food estate ini menuai kritik dari berbagai pihak.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai proyek food estate sarat kepentingan politik, merusak lingkungan, dan menimbulkan konflik agraria.

Proyek food estate di Gunung Mas, Kalimantan Tengah, adalah contoh nyata kompleksitas masalah dalam proyek ini. Singkong yang ditanam di lahan gambut gagal panen, lalu diganti dengan tanaman jagung di dalam polybag.

Kendati, anggaran yang disiapkan melalui Kementerian Pertahanan ini semakin besar. Presiden Joko Widodo menyiapkan Rp 108,8 triliun pada 2024 untuk program ketahanan pangan, salah satunya food estate.

Sementara itu, disinyalir ada konflik kepentingan antara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam proyek ini karena PT Agro Industri Nasional yang mengelola food estate di Kalteng merupakan perusahaan binaan Kemenhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here