Home Nasional Indonesia AID Kirim 10 Juta Vaksin Polio ke Afghanistan

Indonesia AID Kirim 10 Juta Vaksin Polio ke Afghanistan

14
0
Penyerahan bantuan kemanusiaan vaksin polio untuk Afghanistan. (Foto: Kemlu RI)

Pemerintah Indonesia melalui Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) atau Indonesian AID mengirimkan bantuan 10 juta dosis vaksin polio bPOV ke Afganistan.

Pelepasan vaksin produksi Bio Farma tersebut dilakukan oleh Menlu Retno LP Marsudi dan Menkeu Sri Mulyani Indrawati di Bandara Soekarno Hatta, (7/3/2024).

Menlu Retno Marsudi menyampaikan bahwa pengiriman vaksin polio ini merupakan bagian dari dari komitmen Indonesia terhadap rakyat Afghanistan.

“Kepentingan rakyat selalu menjadi prioritas bagi kita. Dan insyaallah manfaatnya banyak dan dapat dirasakan langsung oleh rakyat Afghanistan yang memerlukannya,” ujar Retno.

Retno mengungkapkan, situasi kemanusiaan di Afghanistan saat ini masih belum membaik. Kondisi sistem kesehatan yang tidak memadai menyebabkan masyarakat rentan terpapar penyakit menular.

Selain itu, Afghanistan juga merupakan satu dari dunia negara di dunia yang dikategorikan sebagai negara endemik polio.

“Di tengah situasi ini, tentunya kita wajib membantu. Dan ini juga berdasarkan permintaan dari pihak Afghanistan untuk dapat menyumbangkan vaksin polio, karena kalau kita bicara mengenai vaksin polio, saya kira kita termasuk yang paling maju. Kita sudah memproduksi dan mengekspor ke banyak negara,” ujarnya.

Dijelaskan untuk pengiriman dan pendistribusian vaksin polio tersebut, Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan UNICEF.

Sedangkan Menkeu Sri Mulyani mengatakan bahwa pengiriman bantuan ini merupakan bentuk komitmen Indonesia yang secara aktif menjalankan diplomasi perdamaian dan kemanusiaan sebagaimana amanat konstitusi.

“Indonesia sebagai sebuah negara merdeka, memiliki mandat konstitusi untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” ujar Menkeu.

“Di dalam spirit itulah kita selalu memiliki spirit kerja sama cooperation, collaboration, dan juga mendukung berbagai program-program yang sifatnya multilateral dan bilateral termasuk komitmen dunia untuk bisa mencapai sustainable development goal, yang salah satunya adalah di bidang kesehatan,” ungkapnya Menkeu.

Sejak didirikan pada Oktober 2019, Indonesia AID telah memberikan hibah kerja sama pembangunan senilai Rp356,58 miliar kepada 49 negara sahabat, termasuk Palestina, Myanmar, Timor Leste, Papua Nugini, dan Fiji.

Lembaga yang didanai anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) ini didirikan dalam rangka mewujudkan diplomasi luar negeri dalam berbagai macam hibah dan kerja sama pembangunan baik untuk sektor pendidikan, kesehatan, dan bantuan kemanusiaan lainnya.

Selain itu, Indonesian AID telah mampu menjalin kolaborasi pembangunan dengan lembaga-lembaga internasional seperti World Bank, Islamic Development Bank, ICRC, UNRWA, OACPS, ASEAN dan MSG.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here