Home Bisnis Terungkap! Satgas Pangan Bongkar Penyebab Kelangkaan Beras di Ritel Modern

Terungkap! Satgas Pangan Bongkar Penyebab Kelangkaan Beras di Ritel Modern

33
0
Tim Satgas Pangan Mabes Polri mengecek ketersediaan beras

Satgas Pangan Bareskrim Mabes Polri mengungkap alasan penyebab di ritel-ritel modern mendapati kelangkaan pasokan beras. 

Tim Satgas Pangan Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Assegaf menyatakan, para produsen lebih tertarik untuk memasok beras premium hasil olahannya ke pasar tradisional ketimbang di ritel.

Assegaf menyampaikan bahwa hal itu lantaran harga yang dilepas ke pasar tradisional lebih tinggi jika dibandingkan dilepas ke ritel.

Ihwal itu lantaran harga yang dilepas ke pasar tradisional lebih tinggi jika dibandingkan dilepas ke ritel.

 “Stok beras di gudang distribusi center dan outlet ritel modern minim namun di pasar tradisional mencukupi. Itu lantaran produsen beras cenderung memasok beras premium ke pasar tradisional dibandingkan ke ritel modern karena harga lebih kompetitif,” ujarnya dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi pangan yang disiarkan secara virtual, Senin (26/2/2024).

Assegaf memaparkan, berdasarkan hasil tinjauan Satgas Pangan, stok beras di ritel modern di beberapa wilayah masih minim yakni di wilayah Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Banten.

Di Jawa Tengah per tanggal 22 Februari, stok beras yang ada di gudang Bulog Jateng mencapai 91.127 ton sementara stok beras yang disimpan di gudang ritel modern hanya mencapai 760 ton.

“Stok beras medium dan premium di wilayah Jateng mencukupi namun masih ada di beberapa ritel modern yang minim stok beras premium,” katanya. Kemudian di kawasan DKI Jakarta dan Banten stok penyimpanan beras di gudang Bulognya mencapai 20.701 ton dan stok yang disimpan di gudang ritel modern hanya mencapai 631 ton.

“Sehingga dengan demikian stok beras medium dan premium di wilayah DKI mencukupi di pasar tradisional namun kurangnya pasokan beras premium ke ritel modern,” jelas Assegaf.

“Sedangkan untuk daerah Banten, beras premium dan medium (SPHP) di ritel modern kosong dan untuk di pasar tradisional banyak dibanjiri beras medium dan beras premium minim,” sambungnya.

Selanjutnya berdasarkan data yang dimilikinya di wilayah Jawa Tengah, jumlah stok beras medium atau SPHP yang disimpan di gudang-gudang ritel di sana hanya mencapai 760.850 kilogram.

Sementara stok beras premiumnya kosong. Kemudian, untuk wilayah DKI Jakarta dan Banten jumlah stok beras medium atau SPHP yang disimpan di gudang-gudang ritel di sana hanya mencapai 606.925 kilogram dan stok beras premiumnya mencapai 24.200 kilogram.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here