Home Mancanegara KH Ma’ruf Amin Berikan Kuliah Umum di Victoria University of Wellington

KH Ma’ruf Amin Berikan Kuliah Umum di Victoria University of Wellington

17
0
KH Ma'ruf Amin Berikan Kuliah Umum di Victoria University of Wellington. (Foto:Wapresri)

Dalam kunjungannya ke Selandia Baru, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin berkesempatan memberikan kuliah umum di Hunter Council Chambers, Victoria University of Wellington.

Dalam kuliah umum bertemakan lintas-iman tersebut, Wapres menjabarkan kunci keberhasilan Indonesia dalam merawat perdamaian di tengah keberagaman. Kunci pertama dari keberhasilan tersebut adalah tradisi dialog lintas-iman yang telah melembaga dan mengakar kuat di masyarakat.

“Dialog menjadi pilihan pertama dan utama dalam mencari solusi atas persoalan bangsa Indonesia sebagai media yang melampaui sekat-sekat pembeda apapun,” tegas Wapres.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia, Indonesia memiliki potensi konflik yang cukup besar. Terlebih, terdapat 6 agama yang diakui di Indonesia.

Selain itu, Indonesia juga memiliki sekitar 1300 suku, dan 718 bahasa daerah. Apabila tidak dijaga dengan baik, keberagaman di Indonesia ini dapat menimbulkan perpecahan.

“Ketika ada banyak referensi kognitif, persepsi budaya berbeda, ideologi politik yang berwarna, kebutuhan akan dialog menjadi nyata,” ujar Wapres, Rabu (28/2/2024).

“Pilihan investasi penyelenggaraan dialog antaragama dan antarbudaya merupakan sarana ideal untuk membangun jembatan komunikasi internal pemeluk agama dan antarpemeluk agama,” tambahnya.

Ia juga menuturkan bahwa keberadaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), yang anggotanya terdiri dari majelis-majelis agama yang ada di Indonesia, dapat mencegah terjadinya konflik berlatar belakang agama, sekaligus solusi jika terjadi perselisihan internal dan lintas umat beragama.

“Pemerintah juga memperkuat regulasi tentang kehidupan bangsa yang rukun dan damai, serta melakukan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang melakukan pelanggaran atas nama agama,” imbuhnya.

Kunci yang kedua adalah landasan bernegara Indonesia yang menjunjung tinggi persatuan dan harmoni. Wapres mengungkapkan bahwa nilai-nilai tersebut tertuang dalam ideologi Pancasila, Konstitusi 1945, dan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang menjadi kesepakatan para pendiri bangsa Indonesia.

“Sementara dari sisi kebijakan, tidak boleh ada regulasi yang diskriminatif berbasis agama di semua bidang, baik itu politik, ekonomi, hukum, budaya, maupun bidang-bidang lainnya,” ungkapnya.

Kunci yang ketiga, adalah peran pemuka agama dan masyarakat sipil yang kuat. Ma’ruf Amin menekankan, kehidupan warga dan bangsa Indonesia tidak bisa dipisahkan dari nilai-nilai agama, sehingga peran pemuka agama memiliki pengaruh cukup signifikan dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

“Para tokoh agama dan organisasi keagamaan di Indonesia memiliki pengaruh besar dalam berbagai aspek kehidupan, sehingga terus dilibatkan dalam penyebaran nilai-nilai toleransi dan moderasi,” urainya.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres mengajak pemuka agama Indonesia dan Selandia Baru untuk saling tukar pandang dan pengalaman, dalam merumuskan dan menyuarakan solusi damai atas berbagai persoalan yang dihadapi umat manusia.

“Kita perlu terus mendorong paradigma kolaborasi, moderasi, dan ko-eksistensi, antara lain melalui platform dialog lintas agama,” imbaunya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here