Home Nasional Aktivis Tegak Lurus Reformasi 98 Ingatkan Jangan Sampai Orde Baru Kembali Berkuasa

Aktivis Tegak Lurus Reformasi 98 Ingatkan Jangan Sampai Orde Baru Kembali Berkuasa

93
0

Aksi Kamisan kali ini dibanjiri para aktivis Tegak Lurus Reformasi 98 yang kembali mengingatkan perjuangan untuk menegakkan reformasi belum selesai.

Dalam orasinya, aktivis 98 Benny Rhamdani menyampaikan pesan bahwa Istana adalah simbol 278 juta rakyat Indonesia.

“Kita akan menjadi barikade tidak boleh ada satu manusia yang memiliki cacat sejarah, yang memiliki cacat kejahatan HAM masuk memimpin negara ini dan ada di Istana yang kita banggakan itu,” katanya di depan Istana Negara, (1/2/2024).

“Kita juga mengutuk, siapapun kepala negara yang berkomplot dengan pelaku kejahatan HAM maka dia juga adalah pengkhianat rakyat Indonesia,” seru Benny yang juga Ketua Umum Barikade 98.

Benny juga mengingatkan apa yang sudah dicapai saat ini adalah buah pengorbanan rakyat dan mahasiswa yang mengorbannya jiwanya. “Tidak akan ada demokrasi tanpa perjuangan kawan-kawan kita yang mati saat itu,” ujar Benny.

“Kita tidak ingin siapapun yang memimpin negara ini mengembalikan orde baru untuk berkuasa kembali. Jangan sampai orde baru kembali berkuasa karena dia adalah bahaya laten bagi peradaban bangsa ini,” tegas Benny.

Sementara itu Ibu Sumiarsih, ibunda almarhum Wawan, menyampaikan kedatangan para aktivis 98 ini memberikan semangat untuk terus menegakkan agenda reformasi.

Aksi Kamisan yang rutin digelar di depan Istana Negara telah dimulai pertama kali pada 1 Januari 2007. Tercatat sudah 800 kali para aktivis, korban, dan keluarga korban HAM menggelar Aksi Kamisan.

Sebelumnya, para aktivis Tegak Lurus Reformasi 98 melakukan ziarah ke makam para pahlawan reformasi di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Ribuan aktivis Tegak Lurus Reformasi 98 mengadakan doa bersama sekaligus melakukan renungan terkait perkembangan kondisi kebangsaan yang semakin memperihatinkan.

Pengamat militer yang juga seorang dosen Connie Rahakundini Bakrie yang turut hadir dalam Aksi Kamisan, dalam orasinya meminta pemimpin bangsa untuk belajar etika politik.

“Sebagai guru saya menuntut pemimpin bangsa belajar etika politik. Hari ini Pak Mahfud benar. Apa reaksi Pak Jokowi? Kalau seorang lelaki, negarawan sejati, dia juga harus mundur. Karena itu adalah etika yang harus dipegang,” kata Connie.

Connie juga mengingatkan bahwa tugas seorang pemimpin itu harus memberi contoh. “Ketika pemimpin memberi contoh bagaimana anaknya bisa disulap, menabrak konstitusi, menjadi calon wakil presiden maka hanya satu kata, lawan!” serunya.

“Negeri ini dibangun, dipertahankan oleh perjuangan kita semua. Maka kita harus berdiri tegak dan berani mengatakan kebenaran. Presiden kalau memang ingin ikut cawe-cawe untuk kemenangan anaknya, rakyat akan terus melawan,” pungkas Connie.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here