Home Nasional Usul Agar Format Debat Pilpres Diubah, Presiden Jokowi Banjir Kritik Deras

Usul Agar Format Debat Pilpres Diubah, Presiden Jokowi Banjir Kritik Deras

52
0

Presiden Joko Widodo mengusulkan agar format debat Pemilihan Presiden 2024 diubah, usai menyaksikan debat ketiga pada Minggu (7/1/2024) lalu, dipertanyakan.

Banjir kritikan sangat deras dari netizen terkait sikap presiden itu dinilai kurang etis bahkan terkesan memberikan dukungan terhadap salah satu pasangan calon yang ikut dalam kontestasi Pilpres 2024.

Dalam kunjungan kerja ke Provinsi Banten, Senin (8/1/2024), Presiden menngungkapkan bahwa debat ketiga yang menghadirkan para calon presiden sebagai pesertanya, kurang menampilkan substansi dan visi para capres.

Jokowi menganggap, para capres justru menampilkan adegan saling serang.

“Tapi, kalau yang sudah menyerang personal, pribadi yang tidak ada hubungan dengan konteks debat tadi malam, mengenai apa hubungan internasional, mengenai geopolitik, dan lain-lain, saya kira kurang memberikan pendidikan, kurang mengedukasi masyarakat yang menonton,” ujar Jokowi dalam keterangan pers di Serang, Banten pada 8 Januari 2024.

Pada debat, capres nomor urut 1 Anies Baswedan dan capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo memang beberapa kali melontarkan pertanyaan terkait pertahanan kepada capres nomor urut 2, Prabowo Subianto.

Kendati, Prabowo yang juga Menteri Pertahanan itu tak bisa menjawab pertanyaan yang diberikan. Ia berdalih waktu yang diberikan tidak cukup untuk memberikan penjelasan, serta meminta bertemu langsung dengan capres untuk menjawab pertanyaan yang diajukan.

Presiden kemudian berharap agar format debat Pilpres 2024 yang masih menyisakan dua kali debat dapat diubah agar pelaksanaannya lebih baik.

“Ada rambu-rambu sehingga hidup, saling menyerang enggak apa-apa tapi (soal) kebijakan, policy, visinya yang diserang,” ujar Jokowi.

Dijumpai tempat terpisah, Anies membantah bahwa pertanyaan yang dilontarkannya saat debat bertujuan untuk membahas kebijakan Prabowo sebagai Menhan, bukan menyerang sosok Ketua Umum Partai Gerindra itu.

“Malah aneh kalau dipandang sebagai personal, ini sama sekali tidak ada yang personal, semuanya adalah tentang kebijakan. Bisa direview ulang kok apa yang kemarin dibahas,” kata Anies di Gorontalo.

Seirama, Ganjar juga mengaku tidak menyerang personal calon presiden lain dalam debat ketiga pilpres.

“Saya enggak menyerang personal, saya menyerang program,” kata Ganjar singkat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Senin malam.

Sekadar informasi, Ganjar sempat menyampaikan sejumlah data yang dikeluarkan berbagai lembaga pemeringkat internasional yang menilai kekuatan pertahanan suatu negara, termasuk Indonesia.

Dilain pihak, Anies dan Ganjar juga sempat mempertanyakan pembelian alutsista bekas di Kementerian Pertahanan.

Sementara itu, Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan juga berpendapat sama.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti menilai, Presiden Jokowi justru kurang etis karena menyampaikan pendapat semacam itu terkait pelaksanaan debat Pilpres 2024.

“Saya merasa ungkapan presiden yang terakhir ini tidak tepat dan kurang etis,” kata Ray dalam sebuah konferensi pers di Jakarta Selatan, Selasa (9/1/2024).

Ray mengatakan, sebagai presiden, Jokowi semestinya tidak boleh mengomentari teknis atau cara serta materi debat dari paslon manapun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here