Home Daerah Tinjau Kondisi Gempa Bumi Sumedang, Kepala BNPB Pastikan Penanganan Darurat Berjalan Baik

Tinjau Kondisi Gempa Bumi Sumedang, Kepala BNPB Pastikan Penanganan Darurat Berjalan Baik

24
0

Kurang dari 1×24 jam pasca kejadian gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4.8 di Sumedang, Jawa Barat, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M., mendatangi lokasi terdampak, Senin (1/1/2024).

Kepala BNPB mengatakan bahwa seluruh penanganan sudah sesuai prosedur dan tepat waktu. Hal itu dikarenakan tim gabungan telah melakukan antisipasi dan meningkatkan kesiapsiagaan pada momentum Hari Natal 2023 dan tahun baru 2024.

“Kita sebenarnya sudah melakukan siaga penuh dengan membentuk Posko Siaga Nataru. Jadi ketika terjadi bencana seperti yang di Sumedang ini tim langsung bergerak cepat,” jelas Suharyanto.

Suharyanto juga menyerahkan Dana Siap Pakai (DSP) senilai Rp350 juta untuk mendukung seluruh penanganan darurat selama tujuh hari, sesuai periode masa tanggap darurat yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang.

Baca juga: Malam Tahun Baru Sumedang Diguncang Gempa Bumi, Ratusan Pasien RSUD Dievakuasi

Di samping itu, sejumlah logistik dan peralatan juga diberikan seperti tenda pengungsi, sembako dan permakanan lainnya untuk memenuhi kebutuhan awal.

“Dukungan awal, kita memberikan sejumlah uang sebesar 350 juta rupiah untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak selama seminggu ini, termasuk untuk operasional tim yang bertugas,” kata Suharyanto.

Selama masa tanggap darurat, tim BNPB juga akan diturunkan untuk melakukan pendampingan pembentukan posko termasuk pendataan lanjutan hingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

Kepala BNPB meminta agar proses penanganan darurat dan rehabilitasi rekonstruksi dapat berjalan secara paralel.

Baca juga: BNPB Siapkan Antisipasi Hadapi Bencana Akhir Tahun

Kepala BNPB juga menampik kabar yang sempat beredar tentang masifnya korban jiwa akibat gempa bumi ini yang terlihat dari banyaknya pasien di halaman RSUD Sumedang.

Suharyanto mengatakan bahwa pasien-pasien itu memang dievakuasi sementara dari dalam gedung karena prosedur keselamatan. Hal itu bukan berarti pasien itu adalah korban gempa bumi.

“Itu tidak ada ya. Justru yang sakit di rumah sakit yang ada di dalam dikeluarkan. Itu prosedur. Itu sudah dilaksanakan oleh Pemkab Sumedang dengan baik,” jelas Suharyanto.

Suharyanto juga menjelaskan bahwa kabar gempa bumi Sumedang menyebabkan Twin Tunnel Cisumdawu mengalami keretakan di bagian dinding adalah informasi yang tidak benar.
Faktanya, jalur tol baru yang menghubungkan Cileunyi dan Kertajati masih aman untuk dilalui kendaraan.

Baca juga: Memasuki Musim Penghujan Jokowi Minta Waspada Bencana Banjir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here