Home Hukum Respons Nawawi Pomolango Usai KPK Dikalahkan Eddy Hiariej di Praperadilan

Respons Nawawi Pomolango Usai KPK Dikalahkan Eddy Hiariej di Praperadilan

32
0

Permohonan gugatan praperadilan penetapan tersangka eks Wamenkumham Edward Omar Syarief Hiariej alias Eddy Hilariej terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabulkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menerima permohonan praperadilan yang diajukan mantan Wamenkumham Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej.

Hakim mengatakan penetapan tersangka yang dilakukan KPK tidak sah dan tidak mempunyai hukum mengikat.

Ihwal itu disampaikan hakim tunggal Estiono saat membacakan amar putusan gugatan praperadilan penetapan tersangka Eddy Hilariej di ruang sidang utama PN Jakarta Selatan, Selasa (30/1/2024).

“Menyatakan penetapan tersangka oleh termohon terhadap pemohon dianggap tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat,” ujar Estiono.

Selain itu dalam putusan itu, hakim Estiono juga menyatakan tidak menerima nota keberatan atau eksepsi dari pihak KPK dalam praperadilan tersebut.

“Mengadili, menyatakan eksepsi Termohon tidak dapat diterima seluruhnya,” jelas Hakim.

Ketua sementara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pamolango angkat bicara soal putusan hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang mengabulkan permohonan praperadilan eks Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej alias Eddy Hilariej.

Menurut Nawawi, pihaknya belum bisa memberitahu langkah lanjutan atas putusan tersebut.

Mantan hakim tindak pidana korupsi (tipikor) itu mengatakan KPK ingin lebih dulu mempelajari putusan hakim.

“Kita akan pelajari dahulu putusan hakim prapidnya,” kata Nawawi lewat pesan singkat, Selasa (30/1/2024).

Nawawi enggan mengomentari lebih lanjut soal praperadilan Eddy tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here