Home Nasional Respon Cepat Ganjar Jawab Kegelisahan Tukang Perpus Keliling

Respon Cepat Ganjar Jawab Kegelisahan Tukang Perpus Keliling

31
0

Dalam unggahan di akun X hari ini, (24/1/2024), Ganjar Pranowo merespon cuitan mang @adionooo yang menyebut nama Ganjar dalam postingannya.

“Terima kasih aspirasi dan insipirasinya, saya catat ya. Saya sepakat untuk tingkatkan budaya literasi. Kita perlu permudah akses buku dengan digitalisasi dan pemerintah perlu bekerjasama dengan banyak elemen untuk jemput bola ke masyarakat,” respon Ganjar.

“Terkait anggaran, kami berkomitmen Poles Birokrasi dengan Digitalisasi agar penggunaan anggaran lebih tepat guna dan transparan,” cuit mantan Gubernur Jawa Tengah ini.

Lalu hal apa yang membuat Ganjar begitu serius menjawab unggahan tersebut?

Berikut ini postingan lengkap mang @adionooo yang mendapatkan respon cepat dari Ganjar:

Selamat malam Pak @aniesbaswedan, Pak @prabowo dan Pak @ganjarpranowo yang sedang memantapkan diri dalam pemilu untuk memimpin bangsa lima tahun ke depan. Saya Adi, tukang perpus keliling mandiri di Bandar Lampung dan coba untuk sampaikan aspirasi.

Bertahun Indonesia merdeka, kita selalu bergandengan dengan kata “minat baca rendah” yang sebenarnya dari pandangan saya pribadi karena akses baca minim bahkan nyaris tidak ada di berbagai tempat. Disaat akses itu diharap ada, para pejabat @perpusnas1 sibuk dengan meeting 9,5M.

Mirisnya “meeting mewah” yang dilaksanakan beberapa bulan lalu masih jauh dari harapan hasilnya dan tanpa dirasa masyarakat terutama anak-anak di pelosok. Di saat selalu teriak “kurang buku” tapi yang dilakukan tanpa melihat kebutuhan utama. Seremonial, dokumentasi lalu pergi.

Literasi merupakan kemampuan dan kemampuan itu jelas membentuk sebuah kesejahteraan masyarakat. Kami selalu melihat anggaran besar sedang kebutuhan utama dalam literasi terlebih literasi dasar (baca) tersingkirkan oleh hal yang tak memiliki manfaat untuk seluruh rakyat.

Saya berharap siapa pun di antara Bapak yang kelak menjadi Presiden Republik Indonesia juga fokus tentang literasi terutama dasar baik itu fisik atau digital dan merata hingga pelosok negeri. Dan melakukan “bersih-bersih” hingga yang layak hadir di lembaga untuk seluruh rakyat.

Bosan Pak setiap kritik dibalas seolah rakyat tak paham, bodoh dan lain-lain padahal kritik yang diberi karena hal yang terjadi di lapangan. Rakyat butuh buku Pak. Rakyat butuh literasi untuk diri dan bangsa lebih maju. Bukan hanya sebatas slogan lembaga. Terima kasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here