Home Nasional PLN Dapat Green Loan Rp12 Triliun dari Lembaga Keuangan Nasional

PLN Dapat Green Loan Rp12 Triliun dari Lembaga Keuangan Nasional

46
0

Perusahaan Listrik Negara (PLN) bakal mendapatkan guyuran dukungan pembiayaan hijau (green loan) dari beberapa lembaga keuangan nasional dengan jumlah senilai Rp12 triliun.

Gelontoran pembiayaan tersebut sebagai dukungan terhadap program transisi energi yang dijalankan PLN. Penandatanganan beberapa fasilitas pinjaman dengan lembaga keuangan tersebut dilakukan di Kantor Pusat PLN, (29/12/2023).

PLN menandatangani perjanjian sindikasi dengan Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Central Asia (BCA), dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Selain itu, PLN juga mendapatkan fasilitas pinjaman bilateral dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan dukungan dari lembaga keuangan nasional tersebut merupakan bukti kekuatan Indonesia saat ini dalam mewujudkan transisi energi.

Baca juga: Menkeu Sri Mulyani Ingatkan Indonesia Waspada Dinamika Global

PLN sebagai key player transisi energi di Indonesia berkomitmen melakukan percepatan pengembangan energi hijau dengan dukungan semua pihak.

“Kerja sama yang baik antara PLN dengan lembaga keuangan nasional menjadi bukti kesatuan dan sinergi bersama seluruh komponen di Indonesia dalam mempercepat transisi energi,” ujar Darmawan.

Direktur Keuangan PLN Sinthya Roesly menjelaskan, PLN membutuhkan beragam kerja sama pembiayaan untuk bisa menjalankan proyek transisi energi ke depan.

“Salah satu kunci untuk mencapai target bersama NZE (Net Zero Emissions) di tahun 2060 adalah pinjaman dengan biaya murah seperti yang diwujudkan dalam kerja sama pada hari ini. Ke depan, kebutuhan investasi PLN masih cukup besar,” jelasnya.

Baca juga: PLN dan Siemens Energy Kolaborasi Demi Percepatan Transisi Energi di Indonesia

Dalam sindikasi ini, selain sebagai Kreditur Sindikasi, Bank Mandiri juga ditunjuk sebagai green loan coordinator dalam memberikan fasilitas pinjaman hijau untuk mendukung aktivitas PLN dalam upaya transisi energi menuju energi terbarukan.

Senior Executive Vice President Corporate Banking Bank Mandiri, Arief Ariyana mengatakan kolaborasi ini merupakan dukungan nyata lembaga keuangan terhadap PLN dalam mempercepat proyek infrastruktur ketenagalistrikan dan juga program lainnya.

Kepala Divisi Usaha Syariah SMI, Arief Subekti mengatakan bahwa ajakan partisipasi yang diberikan kepada SMI dalam mendukung program PLN terkait green financing merupakan hal yang sangat istimewa.

“Apalagi posisi SMI sebagai country platform manager dalam transisi energi, banyak sekali hal yang diharapkan oleh stakeholder kita untuk bekerja sama, dan kita melihat PLN ini sebagai partner utama dalam skenario Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kedepan,” ungkap Arief Subekti.

Baca juga: Terbesar, PLTS Terapung Cirata Berkapasitas 192 MWp Dukung Kebutuhan Industri Energi Hijau

Fasilitas pembiayaan hijau ini dilakukan melalui skema konvensional dan syariah. Fasilitas pinjaman Sindikasi terdiri dari skema konvensional sebesar Rp9 triliun dan skema syariah sebesar Rp1 triliun.

Sedangkan fasilitas pinjaman Bilateral terdiri dari skema konvensional sebesar Rp1 triliun dan skema syariah sebesar Rp1 triliun.

Fasilitas pembiayaan berjangka waktu 10 tahun tersebut akan digunakan untuk mendanai proyek infrastruktur ketenagalistrikan dan program lainnya yang memenuhi kriteria kelayakan berdasarkan PLN Green Financing Framework.

Dukungan ini sejalan dengan misi Lembaga Keuangan Bank dan non-Bank Nasional yaitu mendukung terwujudnya NZE pada tahun 2060 sesuai dengan komitmen Indonesia dalam Climate Change Conference (COP) di Glasgow, Mesir, dan Dubai lalu.

Baca juga: Sampaikan Kuliah Umum di Stanford University, Jokowi Bahas Upaya Wujudkan Transisi Energi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here