Home Nasional Pemantau Pemilu Punya Peran Vital Mengawasi Tahapan Kampanye Hingga Rekapitulasi Suara

Pemantau Pemilu Punya Peran Vital Mengawasi Tahapan Kampanye Hingga Rekapitulasi Suara

66
0

Aspek pengawasan dalam tahapan pemilu memiliki peran penting agar kontestasi pemilu bisa berjalan dengan tertib, aman dan sesuai dengan aturan main yang sudah ditetapkan.

Oleh karena itu setiap pengawas partisipatif dalam pemilu harus berani melaporkan saat menemukan dugaan pelanggaran. Tentunya, sebelum melapor harus memastikan informasi yang diterimanya benar dan bisa dipertanggungjawabkan.

Hal tersebut disampaikan oleh anggota Bawaslu Lolly Suhenty saat Sosialisasi Pengawasan Partisipatif (Soswatif) di kantor Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (29/12/2023).

“Saatnya bergerak melakukan pengawasan partisipatif yang paling nyata dan yang paling dekat dengan kita yaitu pengawasan di lingkungan kita sendiri,” kata Lolly.

Baca juga: Pemilu 2024 di Depan Mata, Jokowi Minta KPU Jangan Buat Kesalahan

Tidak hanya melapor, kata Lolly, diapun meminta setelah melapor harus memastikan status laporannya. Apakah perkaranya diregister yang artinya akan ditindaklanjuti melalui mekanisme penanganan pelanggaran atau dinyatakan tidak terpenuhi unsur formil dan materiilnya.

Sebab, kata dia, sering kali orang yang melaporkan ke Bawaslu, begitu dia lapor ujungnya harus menyatakan orang tersebut bersalah. Padahal, dia melanjutkan, ada mekanisme penanganan pelanggaran yang berbatas waktu dan pengawas partisipatif harus mengetahui prosedur tersebut.

“Pengawas partisipatif punya tanggung jawab yang lebih besar, harus memastikan informasi yang sampai di masyarakat harus akurat. Apalagi di masa tahapan kampanye, masa tenang, pungut hitung, lalu rekapitulasi suara akan banyak informasi yang bisa jadi memecah belah kita,” ujarnya.

Baca juga: Menpora Apresiasi Budaya Olahraga di Kalangan Selebriti

Dia menjelaskan jika pengawasan dapat dilakukan bersama seluruh elemen masyarakat, namun jika telah masuk wilayah penindakan atau penanganan pelanggaran maka menjadi ranahnya Bawaslu.

“Kita tidak boleh main hakim sendiri, maka penegakan hukum pemilu muaranya ada di Bawaslu,” ungkap Lolly.

Dalam kesempatan itu juga, dia mengingatkan kepada peserta Soswatif yang terdiri dari berbagai elemen organisasi masyarakat, mahasiswa, dan kepemudaan untuk mendaftarkan diri menjadi pemantau pemilu.

“Masih ada kesempatan tujuh hari sebelum hari pemungutan suara, teman-teman bisa daftar sebagai pemantau pemilu. Pemantau pemilu ini nanti posisinya sangat vital tidak hanya di tahapan kampanye, juga di tahapan pungut hitung dan rekapitulasi suara,” ujarnya.

Baca juga: Bluebird Group Gelontorkan Rp250 Miliar Dukung Transportasi Ramah Lingkungan di IKN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here