Home Mancanegara Menlu Retno Marsudi Sampaikan Pernyataan Tegas pada Debat Terbuka DK PBB

Menlu Retno Marsudi Sampaikan Pernyataan Tegas pada Debat Terbuka DK PBB

21
0

Menlu RI Retno Marsudi memberikan pernyataan tegas mengenai Gaza dalam debat terbuka Dewan Keamanan PBB di New York City, Amerika Serikat, (23/1/2024).

Kehadiran Menlu Retno pada debat terbuka DK PBB ketiga dalam tiga bulan terakhir ini merupakan salah satu perwujudan konsistensi dan komitmen Indonesia mendukung perjuangan Palestina.

Dalam pernyataan di DK PBB Retno mengingatkan bahwa DK PBB memiliki mandat untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional, dan bukan untuk mentoleransi perang apalagi genosida.

Retno juga mengingatkan Piagam PBB secara jelas mengatur bahwa resolusi DK PBB bersifat mengikat dan harus dilaksanakan.

“Pertanyaannya, sudah berapa banyak resolusi mengenai Palestina telah diadopsi? Dan berapa banyak yang telah dilaksanakan?” tanya Retno di hadapan DK PBB.

Indonesia, menurut Retno, masih melihat banyak resolusi yang dilanggar terkait Palestina namun tidak pernah ada sanksi kepada para pelanggar.

“Lalu kemana Palestina harus mengadu jika DK PBB selama berpuluh-puluh tahun gagal menjalankan resolusi yang dibuatnya sendiri, sementara Israel membunuh rakyat Palestina tanpa dihukum?” ucap Retno.

“Sekali lagi, saya mendesak anggota DK untuk segera menghentikan ketakutan yang setiap hari dihadapi oleh warga Palestina di Gaza dan juga di Tepi Barat,” tegas Retno.

Retno juga menyoroti pernyataan Perdana Menteri Netanyahu pada 18 Januari lalu yang menyatakan secara terbuka Israel tidak akan mengizinkan Negara Palestina untuk berdiri.

“Pernyataan ini sangat berbahaya dan tidak dapat diterima karena mengkonfirmasikan tujuan Israel sesungguhnya, yaitu menghilangkan Palestina dari peta dunia,” ungkap Retno.

Dalam pernyataannya di DK PBB Menlu Retno juga menyampaikan tiga hal penting terkait Palestina. Pertama, pentingnya terciptanya gencatan senjata segera dan permanen.

“Ini akan menyediakan ruang untuk mengatasi situasi kemanusiaan di Gaza, memulai upaya rekonstruksi paska-konflik, dan proses Solusi Dua Negara,” ungkap Retno.

Di saat yang sama, lanjut Menlu, penting untuk terus mendukung upaya Senior Humanitarian and Reconstruction Coordinator untuk membuka jalan bagi pengiriman bantuan kemanusiaan di Gaza.

Kedua, Palestina harus segera diterima sebagai anggota penuh PBB agar dapat segera dimulai proses yang adil dan seimbang untuk mewujudkan solusi dua negara serta mencegah kekejaman lebih jauh oleh Israel.

Ketiga, menghentikan pasokan senjata ke Israel. Setiap senjata yang dikirim ke Israel dapat digunakan untuk membunuh rakyat sipil yang tidak bersalah.

“Israel harus bertanggung jawab atas aksinya, termasuk kekejaman yang mereka lakukan di Gaza,” ujar Retno seraya menegaskan Indonesia akan mengambil semua langkah yang memungkinkan untuk terus mendukung Palestina.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here