Home Nasional Mahfud MD: Kasus Tanah Adat Masalah Besar di Negeri Ini

Mahfud MD: Kasus Tanah Adat Masalah Besar di Negeri Ini

23
0

Pada debat keempat Pilpres 2024 bertema Pembangunan Berkelanjutan dan Lingkungan Hidup, Sumber Daya Alam dan Energi, Pangan, Agraria, Masyarakat Adat, dan Desa, cawapres no urut 3 Mahfud MD menegaskan ingin melakukan reformasi aparat dan penegak hukum.

Reformasi tersebut perlu dilakukan untuk menyelesaikan masalah adat di Indonesia. Hal tersebut disampaikan saat menjawab pertanyaan dari panelis pada debat keempat Pilpres 2024.

Mahfud ditanya tentang kebijakan agraria dan sumber daya alam sering tanpa persetujuan masyarakat adat, akibatnya sejak 2014 terjadi perampasan 8,5 juta hektare wilayah adat mengakibatkan 678 kasus kriminalisasi dan kemiskinan perempuan adat.

“Saya ingin memulai masalah ini dengan pengalaman. Bahwa, saat ini di tahun 2024 ini berdasarkan rekapitulasi yang dibuat oleh Kemenko Polhukam dari 10.000 pengaduan, itu 2.587 adalah kasus tanah adat. Jadi ini memang masalah besar di negeri ini,” kata Mahfud di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Minggu (21/1/2024).

Mahfud mengatakan, aturan sudah dilaksanakan namun justru aparatnya tidak melaksanakan aturannya. “Ada orang yang mengatakan ada aturannya kan sudah ada, tinggal laksanakan, tidak semudah itu. Justru ini aparatnya yang tidak mau melaksanakan aturan, akalnya banyak sekali,” katanya.

Usai debat cawapres, Ganjar Pranowo menyampaikan pujiannya kepada Mahfud terkait performanya di debat cawapres. “El Professor @mohmahfudmd semalam keren,” tulis Ganjar melalui akun X (Twitter).

Sementara itu Sekretaris TPN Ganjar-Mahfud Hasro Kristiyanto menyebutkan Indonesia perlu sosok pemimpin seperti Mahfud MD yang tegas dan memahami bagaimana hukum yang berkadilan.

“Prof Mahfud sebagai pendekar hukum yang mengakar pada kekuatan wong cilik. Seluruh persoalan illegal logging, pencurian kekayaan alam, harga kebutuhan pokok yang mahal memerlukan sosok pemimpin seperti Prof Mahmud yang tegas dan memahami bagaimana hukum yang berkeadilan,” kata Hasto dalam keterangan tertulisnya.

Hasto juga mengatakan pengalaman Mahfud MD dalam memimpin lembaga negara dan keberpihakannya rakyat kecil adalah keunggulan Mahfud dalam Debat Capres Keempat pada Minggu malam.

“Luasnya pengalaman Prof Mahfud di tiga lembaga negara dan keteguhan dalam prinsip serta keberpihakan pada wong cilik menjadi daya unggul pendekar hukum tersebut,” ujar Hasto.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan itu juga menilai Mahfud memiliki keunggulan strategis dalam membangun budaya hukum bagi keadilan dan kesejahteraan rakyat.

“Seluruh komitmen terhadap kedaulatan pangan untuk kesejahteraan petani, kemajuan desa, perlindungan tanah adat serta pengembangan kebudayaan nasional yang menjadi penopang pentingnya kesadaran melestarikan lingkungan memerlukan penegakan hukum,” ungkap Hasto.

“Kami meyakini Prof Mahmud telah menyampaikan gagasan paling membumi dan menyelesaikan masalah rakyat serta visioner,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here