Home Nasional Ini Alasan Ganjar Pranowo Berikan Insentif Pada Guru Agama

Ini Alasan Ganjar Pranowo Berikan Insentif Pada Guru Agama

75
0

Pendidikan budi pekerti sudah selayaknya diajarkan kepada anak-anak sejak usia dini. Anak yang memiliki budi pekerti baik akan memiliki rasa penghormatan kepada orang lain.

Dalam satu kesempatan, calon presiden Ganjar Pranowo selalu menekankan pentingnya budi pekerti bagi generasi muda. Ganjar selalu mengajak masyakarat membudayakan berucap kata maaf, tolong dan terima kasih dalam berkomunikasi.

Menurut Ganjar Pranowo, membiasakan diri dengan tiga kata tersebut akan menciptakan sikap saling menghargai dan menghormati ke sesama.

Ganjar berbagi cerita ketika bertemu dengan guru-guru, dirinya selalu menitipkan pesan untuk mengajarkan anak didik mengucapkan kata-kata terima kasih, maaf dan tolong.

Baca juga: Bersama Anak Muda Papua, Ganjar Pranowo Sepakati Hal Ini

“Ajarilah anak-anak kita untuk sering mengucapkan terima kasih ketika diberi. Seringlah ajarkan kepada anak-anak kita untuk minta maaf ketika keliru,” ujar Ganjar.

Terkait pendidikan budi pekerti, dalam program kerja yang diusung Ganjar-Mahfud, salah satunya yaitu memberikan insentif bagi guru ngaji dan guru agama lainnya.

Ganjar mengatakan alasannya ingin memberikan insentif kepada guru ngaji dan agama karena di balik kegigihan mereka mengajar ada tanggung jawab membekali ilmu agama dan budi pekerti bagi generasi muda.

“Karena selain mereka mengajar agama, saya titip (diajarkan) budi pekerti. Kalau ilmu agama bagus dan budi pekerti bagus, kan hubungan sosialnya menjadi bagus. Sehingga anak-anak ini ketika bertemu dengan yang beda agama, golongan, dan suku, mereka merasa semua saudara,” ungkap Ganjar.

Baca juga: Sahabat Mahfud Muda, Dukungan Milenial dan Gen Z untuk Mahfud MD

Terkait insentif kepada guru agama, Ganjar mengaku menyiapkan Rp4 triliun untuk guru ngaji dan keagamaan non-formal jika terpilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Ganjar mengaku program tersebut tidak sulit untuk dilakukan. Sebab, dirinya telah menginisiasi program serupa saat menjabat Gubernur Jawa Tengah.

“Waktu itu saya bersama Gus Yasin (Wakil Gubernur Jateng saat Ganjar menjabat periode kedua, red), praktik ini pernah kita lakukan di Jawa Tengah,” terangnya.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Ganjar telah menghitung kebutuhan anggaran yang akan digunakan. “Kita hitung sekitar Rp4 triliun kalau pakai pola Jawa Tengah. Mudah-mudahan ini bisa berjalan,” paparnya.

Baca juga: PLN Dapat Green Loan Rp12 Triliun dari Lembaga Keuangan Nasional

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here