Home Nasional Indikator: Pepet Ganjar-Mahfud di Jateng, Prabowo-Gibran Kuasai Jabar-Jatim

Indikator: Pepet Ganjar-Mahfud di Jateng, Prabowo-Gibran Kuasai Jabar-Jatim

37
0

Lembaga survei Indikator kembali melakukan riset terkait tren tiga bakal pasangan calon presiden-wakil presiden pada Pemilu 2024. Survei Indikator ini melakukan riset di sejumlah daerah di Indonesia.

Survei tersebut merekam tren elektabilitas 3 pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden di tiga provinsi dengan pemilih terbanyak yaitu Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Hasilnya survei Indikator ini menunjukkan, paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming (55,9% suara) masih menjadi penguasa Jabar. Paslon nomor urut 1 Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (25,7%) dan nomor urut 3 Ganjar Pranowo – Mahfud MD (14,7%) tertinggal jauh.

Di Jatim, elektabilitas Prabowo-Gibran (48,2%) berada cukup jauh di atas Ganjar-Mahfud (24,5%) dan Anies-Imin (21,7%).

Meski demikian, Prabowo-Gibran mengalami tren penurun (awalnya 53,4%; turun 5,2%) dibanding survei pada akhir November 2023 lalu; berbeda dengan Ganjar-Mahfud (dari 22,8%; naik 1,7%) dan Anies-Imin (dari 12,6%; naik 9,1%) yang sama-sama mengalami tren peningkatan.

Di Jateng, Ganjar-Mahfud (42,4%) mendapat elektabilitas tertinggi. Prabowo-Gibran (41,4%) mengikuti ketat. Sementara Anies-Imin (10,1%) tertinggal jauh.

Kendati Jateng dikenal sebagai ‘Kandang Banteng’ alias daerah basis suara PDI Perjuangan—partai utama pendukung Ganjar-Mahfud, ternyata terjadi penurun tren elektabilitas paslon 03 itu. Dibanding survei pada akhir November 2023, Ganjar-Mahfud (dari 51,7%) mengalami penurun cukup banyak (9,3%).

Berbanding terbalik dengan Prabowo-Gibran (awalnya 35,3%) yang mengalami kenaikan cukup signifikan (6,1%). Sementara Anies-Imin (dari 9%) cenderung stagnan (naik 1,1%).

“Jateng, kabar baik buat Pak Prabowo, kabar buruk buat Mas Ganjar karena selisihnya kecil sekali. Jadi kita tidak tahu siapa yang unggul di Jateng. Mas Anies masih berjuang, ada kenaikan tapi sangat tidak signifikan,” simpul Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi ketika memaparkan hasil survei secara daring, Kamis (18/1/2024).

Sebagai informasi, survei nasional Indikator ini diselenggarakan pada 30 Desember 2023 – 6 Januari 2024 dengan wawancara tatap muka. Penarikan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling, sementara margin of error-nya kurang lebih 2%.

Jumlah responden sebanyak 4.560 orang, dengan oversample di 13 provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Bali, NTT, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here