Home Ekonomi Banjir Investor di Proyek IKN, Konglomerat RI Tanam Duit Rp41 Triliun Sepanjang...

Banjir Investor di Proyek IKN, Konglomerat RI Tanam Duit Rp41 Triliun Sepanjang 2023

31
0

Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mencatatkan realisasi komitmen investasi di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara hingga akhir 2023 mencapai Rp41,4 triliun.

Kepala Badan OIKN, Bambang Susantono menyebut, komitmen investasi tersebut terbagi pada tiga rangkaian peletakan batu pertama (groundbreaking) yang terhitung dimulai pada September 2023.

Terbaru, pada 20 Desember 2023, Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja melakukan sejumlah groundbreaking di IKN, di antaranya Pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat Ibu Kota Nusantara (RSUP IKN) dan pembangunan Nusantara Superblock. Investasi pada Nusantara Superblock ini mencapai Rp3 triliun.

“Kami yakin tahun 2024 akan semakin banyak investor yang berinvestasi dan pada jangka panjang bisa mencapai target 80% dana pembangunan IKN dari non-APBN dapat tercapai,” ujar Bambang dalam keterangan resminya, Minggu (31/12/2023).

Menurut Bambang OIKN terus berupaya dengan berbagai cara untuk meningkatkan realisasi investasi di IKN. Salah satunya dengan terus melakukan sosialisasi dan promosi peluang investasi di IKN.

“Kami sangat terbuka bagi para investor yang sesuai dengan visi IKN menjadi kota cerdas, inklusif, berkelanjutan, dan kota yang layak huni dan dicintai,” kata Bambang.

Deputi Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono menambahkan, Groundbreaking 1 sampai 3 dilakukan investor dalam negeri yang memiliki kapabilitas untuk membangun Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Namun, ada juga beberapa investor dalam negeri yang bekerja sama dengan investor luar negeri.

Sementara itu, saat ini terdapat 9 investor yang akan menjadi inisiator pembangunan hunian di IKN, di mana 3 di antaranya adalah investor asing asal China dan Malaysia. 9 investor ini sedang dalam seleksi dan feasilibility study.

Investasi masuk ke Ibu Kota Nusantara telah masuk dengan variasi sektor serta skala investasi yang beragam. Konsorsium Nusantara yang dipimpin Agus Sedayu Group, Pakuwon Group, dan The Pakubuwono Development yang merupakan investor domestik dengan skala konglomerat di Indonesia telah berkontribusi dengan pembangunan kawasan lahan campuran di Ibu Kota Nusantara.

Bukan hanya itu, investasi dari Kalimantan Timur, PT Wulandari Bangun Laksana Tbk. yang telah sukses membangun kawasan komersil Balikpapan Superblock (BSB), juga ikut melakukan groundbreaking di Ibu Kota Nusantara.

Begitupun investor skala besar, investor skala kecil-menengah, BSH dengan salah satu portofolio unit usaha berupa restoran tradisional “Kampung Kecil“, juga ikut berpartisipasi mengembangkan lahan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Layanan kesehatan dan pendidikan di Ibu Kota Nusantara juga merupakan sektor yang telah melakukan groundbreaking di Ibu Kota Nusantara. Pemerintah dan investor telah membangun total 4 buah Rumah Sakit serta 2 unit sekolah.

Di antaranya untuk layanan kesehatan adalah RS Abdi Waluyo, RS Mayapada, RS Hermina, serta RS Kementerian Kesehatan. Sementara untuk layanan pendidikan, Nusantara International School (NIS) dan Revitalisasi SDN 02 Sepaku.

Sebagai Smart Sustainable Forest City, sektor energi hijau dan transportasi hijau juga menjadi sektor penting yang telah melakukan groundbreaking di Ibu Kota Nusantara. PT PLN Nusantara Power bersama dengan rekan internasional Sembcorp telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 50 Mega Watt (MW) untuk kebutuhan listrik di IKN.

Selain itu, PT Bluebird juga mengembangkan sistem transportasi hijau berupa layanan Bus Rapid Transit dan taksi listrik bagi warga Ibu Kota Nusantara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here