Home Daerah Aktivis Medsos Palti Hutabarat Ditangkap, TPN Ganjar Mahfud Minta Tidak Dilakukan Penahanan

Aktivis Medsos Palti Hutabarat Ditangkap, TPN Ganjar Mahfud Minta Tidak Dilakukan Penahanan

21
0

Menyikapi penangkapan terhadap relawan dan aktivis medsos Palti Hutabarat oleh pihak Bareskrim Polri, TPN Ganjar Mahfud menyatakan terkejut dan menyesalkan kejadian tersebut. Hal itu disampaikan oleh Deputi Bidang Hukum, Todung Mulya Lubis dalam keterangan pers di Media Center Ganjar Mahfud, Jl. Cemara 19, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/01/2024).

Todung menyebut bahwa Palti ditangkap di kediamannya pada Jumat (19/01) dini hari.

“Saya harus mengatakan bahwa kami semua terkejut mendengar bahwa relawan dan aktivis medsos Palti Hutabarat ditangkap oleh pihak Bareskrim pagi tadi, jam 3 pagi. Ada dua mobil dua kendaraan yang mendatangi kediaman Palti Hutabarat. Mungkin tidak semuanya polisi tapi ada 10 orang dalam dua mobil itu yang membawa surat perintah penangkapan per tanggal 19 Januari 2024,” jelasnya.

Todung mengaku heran mengapa Bareskrim melakukan penangkapan terhadap Palti. Mengingat, Bawaslu telah menyatakan bahwa rekaman pejabat Batubara itu tak cocok dengan suara asli para pejabat Forkopimda.

“Bawaslu mengatakan itu sudah dibantah tuh sama dandim, oleh kapolres, oleh kajari, jadi tidak usah di persoalkan lagi. Nah tapi kok setelah postingan Bawaslu ini setelah pernyataan Bawaslu ini kenapa tiba-tiba ada penangkapan?” ucapnya.

Disampaikan juga oleh Todung bahwa Palti merupakan mantan relawan Pro-Jokowi (Projo) yang saat ini mendukung Ganjar Pranowo dan Mahfud Md dalam Pilpres 2024. TPN pun mempertanyakan ada motif politik dibalik penangkapan Palti.

“Palti Hutabarat sebelumnya tergabung dalam relawan Projo ya dan ini yang mungkin ya, kenapa dia tidak stay dengan Projo, kenapa dia memilih Ganjar dan Mahfud. Nah ini hal-hal yang menimbulkan pertanyaan, apakah itu yang menjadi latar belakang dari semua itu?” ujarnya.

Atas hal ini, TPN pun meminta agar polisi tak melakukan penahanan terhadap Palti. Jika harus menghadapi proses hukum, TPN memandang Palti semestinya diproses secara perdata, bukan pidana.

“TPN meminta pihak kepolisian untuk tidak melakukan penahanan terhadap Palti Hutabarat dan kalau pun Palti diproses secara hukum seharusnya proses hukum itu bukan proses pidana tapi proses perdata,” tegasnya.

Seperti diketahui, Bareskrim Polri menetapkan Palti Hutabarat sebagai tersangka kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoax. Penetapan tersangka terkait dengan rekaman pembicaraan yang diduga mencatut nama Forkopimda di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, ikut dalam pemenangan paslon 2 di Pilpres 2024 yang diduga diunggah Palti.

Hal itu disampaikan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisno Andiko. Dia mengatakan penetapan Palti sebagai tersangka dilakukan berdasarkan laporan polisi yang masuk ke Polda Sumatera Utara dan Bareskrim.

“Sejauh ini kami melihat dari adanya pelaporan. Kita mendalami peristiwa suatu dugaan yang dilakukan,” tutur Trunoyudo kepada wartawan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (19/1).

Palti dijerat dengan pasal berlapis. Trunoyudo menyebut Palti terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here