Home Nasional Pengungsi Rohingya Meningkat, Jokowi: Ada Keterlibatan Jaringan TPPO

Pengungsi Rohingya Meningkat, Jokowi: Ada Keterlibatan Jaringan TPPO

50
0

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi terjadinya peningkatan arus pengungsi Rohingya yang masuk ke Indonesia. Jokowi menyebut pemerintah akan terus mengutamakan kepentingan masyarakat setempat dalam menangani para pengungsi.

“Bantuan kemanusiaan sementara kepada pengungsi akan diberikan, dengan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat lokal,” ujar Jokowi dalam keterangannya di Istana Merdeka, Jakarta, (8/12/2023).

Kepala Negara menilai bahwa fenomena bertambahnya arus pengungsi Rohingya ke Indonesia juga diduga kuat karena adanya keterlibatan jaringan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Saya memperoleh laporan mengenai pengungsi Rohingya yang makin banyak yang masuk ke wilayah Indonesia, terutama Provinsi Aceh, terdapat dugaan kuat, ada keterlibatan jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dalam arus pengungsian ini,” ungkap Jokowi.

Oleh karena itu, Kepala Negara menekankan bahwa untuk menangani hal tersebut, pemerintah akan terus meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dengan sejumlah pihak.

“Pemerintah Indonesia akan terus berkoordinasi dengan organisasi internasional untuk menangani masalah ini,” tandasnya.

Sebagaimana diberitakan, para pengungsi Rohingya banyak yang memasuki wilayah Indonesia, khususnya ke Aceh. Bahkan, badan PBB yang mengurusi soal pengungsian, UNHCR Indonesia menjelaskan sudah ada seribuan pengungsi Rohingya yang ada di Aceh.

“Secara kumulatif sejak 14 November, jumlah kedatangan pengungsi adalah sekitar 1.200 orang di beberapa titik di Aceh, seperti Pide, Bireuen, Aceh Timur, dan Sabang,” kata pejabat informasi publik UNHCR Indonesia, Mitra Salima Suryono, dilansir Detikcom, (9/12/2023).

Sejak 14 November, sudah ada tujuh gelombang kedatangan pengungsi Rohingya ke Aceh. Kedatangan terakhir adalah pada pekan lalu, yakni Sabtu (2/12/2023) dan Minggu (3/12/2023). Pada pekan lalu itu, terdapat seratusan orang pengungsi Rohingya yang sampai di Aceh.

“Jumlah kedatangan di Sabang yang terakhir adalah 139 orang,” kata Mitra.

Dalam keterangannya dijelaskan UNHCR bekerja sama dengan mitra kerja, donor, dan pihak berwenang untuk memastikan kebutuhan perlindungan pengungsi Rohingya.

“Tujuannya, agar kehadiran pengungsi Rohingya tidak membebani masyarakat dan pemerintah setempat,” kata Mitra.

Kebutuhan pengungsi yang berusaha dicukupi antara lain kebutuhan makanan, minuman, air bersih, obat-obatan, dan pelayanan kesehatan. UNHCR tidak menggunakan anggaran negara pemerintah Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here