Home Nasional Ganjar Sambangi Rumah Bersejarah Rengasdengklok, Warga Teriakan “Ganjar Presiden”

Ganjar Sambangi Rumah Bersejarah Rengasdengklok, Warga Teriakan “Ganjar Presiden”

28
0

Dalam kunjungannya di wilayah Rengasdengklok, capres Ganjar Pranowo menyambangi Rumah Sejarah Djiauw Kie Siong yang terletak di Dusun Kalijaya I Desa Rengasdengklok Utara Kecamatan Rengasdengklok, Karawang, (15/12/2023).

Rumah berdinding papan itu nampak berdiri dengan kokoh, meski telah berusia 103 tahun. Rumah tersebut memiliki aura tersendiri karena ia menjadi saksi bisu kemerdekaan Indonesia.

Pada 15 Agustus 1945, di rumah itulah Sukarni Kartodiwirjo dan para tokoh pemuda lainnya menampung Soekarno dan Hatta yang mereka culik, dan meminta keduanya segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Kedatangan Ganjar disambut dengan suka cita. “Selamat datang di Rengasdengklok, Pak Ganjar,” teriak warga yang didominasi generasi muda.

“Dulu Bung Karno diculik pemuda dan dibawa ke Rengasdengklok untuk memproklamasikan kemerdekaan. Hari ini, kami ‘menculik’ Bapak ke Rengasdengklok untuk mendeklarasikan Bapak sebagai Presiden 2024,” ujar seorang warga.

Ganjar yang didampingi istri melihat sejumlah koleksi seperti foto-foto Bung Karno, Bung Hatta, kamar tidur, serta kursi tempat Bung Karno dan Bung Hatta membahas proklamasi tertata rapi.

“Saya lagi di sekitar Karawang dan di sini ada tempat bersejarah, Rengasdengklok. Sejarah bagaimana anak muda menculik Bung Karno dan Bung Hatta dan meminta untuk segera merdeka. Sebuah sikap patriotisme yang mesti kita tiru,” ucap Ganjar.

Bangsa ini belajar bahwa anak muda Indonesia memiliki semangat perjuangan dan kemandirian tinggi. Mereka berjuang untuk merdeka tanpa menunggu pemberian dari Jepang.

“Itu nilai yang kita dapatkan dari tempat ini, bahwa anak muda jangan hanya berharap untuk diberi. Anak muda bisa merebut dan melakukan sendiri dan kami tidak bisa didikte. Ini keren sekali,” tegasnya.

Fakta lain yang membuat Ganjar bertambah kagum, bahwa rumah itu milik Djiauw Kie Siong, seorang Tionghoa. Hal itu, lanjut Ganjar, membuktikan bahwa kemerdekaan Indonesia diperjuangkan oleh banyak suku, ras, agama dan golongan.

“Negara ini diperjuangkan dan dibangun secara bersama-sama. Semua orang harus tahu, sehingga tidak ada klaim dari beberapa kelompok untuk itu. Ini sejarah yang mesti dilihat oleh seluruh anak bangsa,” pungkasnya.

Sementara itu, cucu Djiauw Kie Siong, Janto Djoewari yang menghuni rumah tersebut mengaku sangat senang rumahnya didatangi Ganjar. Hal itu membuktikan bahwa Ganjar adalah sosok pemimpin yang tidak melupakan sejarah.

“Senang sekali Pak Ganjar datang, berarti beliau memperhatikan dan peduli pada sejarah. Seperti Bung Karno bilang, Jasmerah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah,” ucapnya.

Ia juga senang bagaimana Ganjar berpesan pada masyarakat tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan. Sesuai amanat Bung Karno, agar bangsa ini memegang teguh Bhineka Tunggal Ika.

“Saya melihat Pak Ganjar bagus, ia tegak lurus sesuai undang-undang dan selalu mengayomi rakyat. Mudah-mudahan Pak Ganjar konsisten,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here