Home Nasional Ganjar Pranowo: Budayakan Mengucapkan Kata Maaf, Tolong, dan Terima Kasih

Ganjar Pranowo: Budayakan Mengucapkan Kata Maaf, Tolong, dan Terima Kasih

29
0

Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, dalam kampanyenya di Balikpapan, Kalimantan Timur mengajak masyakarat membudayakan berucap kata maaf, tolong dan terima kasih dalam berkomunikasi.

Menurut Ganjar Pranowo, membiasakan diri dengan tiga kata tersebut akan menciptakan sikap saling menghargai dan menghormati ke sesama.

Hal tersebut disampaikan Ganjar saat menghadiri ramah tamah dengan tokoh masyarakat dan lintas agama Kota Balikpapan pada Selasa malam (5/12/2023).

“Nilai-nilai yang mesti kita berikan ketika kita hidup bersama di bumi Indonesia. Menghormati orang, menghormati saudara kita yang berbeda apa pun. Tidak bisa kita memaksakan kehendak sendirian. Itu nilai-nilai,” kata Ganjar, dilansir Liputan6.com.

Ganjar berbagi cerita ketika bertemu dengan guru-guru, dirinya selalu menitipkan pesan untuk mengajarkan anak didik mengucapkan kata-kata terima kasih, maaf dan permisi.

“Ajarilah anak-anak kita untuk sering mengucapkan terima kasih ketika diberi. Seringlah ajarkan kepada anak-anak kita untuk minta maaf ketika keliru,” ujar Ganjar.

“Ajarkan anak-anak kita untuk menghormati dengan sekadar bilang permisi saya mau lewat. Sederhana sekali,” sambung Ganjar.

Dalam kesempatan tersebut Ganjar juga tidak menampik kalau perkembangan teknologi memberikan pengaruh yang cukup besar dalam hubungan antar sesama.

Ganjar mengisahkan dirinya pernah menanyakan kepada seorang anak, apakah kalau berangkat sekolah dirinya pamit ke orang tuanya? “Oh, pamit Pak,” jawab si anak.

Ganjar lalu menanyakan lagi, “Gimana caranya kamu pamit?” “Whatsapp, Pak,” jawab si anak.

Dari kisah tersebut, menurut Ganjar, perkembangan teknologi tidak serta-merta menciptakan perasaan leluhur meskipun literasi dan referensi bisa dibaca melalui teknologi.

“Inilah di banyak negara sekarang mencoba merevisi kembali ketika teknologi sudah menguasai, ternyata membangun perasaan luhur tidak bisa semua dengan teknologi meskipun literasi referensi bisa kita baca dengan teknologi itu,” kata Ganjar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here