Home Nasional Begini Langkah Antisipasi Perubahan Iklim ala Ganjar-Mahfud

Begini Langkah Antisipasi Perubahan Iklim ala Ganjar-Mahfud

30
0

Kondisi iklim yang sekarang mulai menunjukkan tanda-tanda perubahan harus dicermati dengan seksama agar tidak menjadi lebih parah lagi akibat penangannya yang tidak bertanggung jawab.

Perubahan iklim suka atau tidak suka akan memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap kehidupan manusia. Simbiosis mutualisme akan terganggu, rantai makanan juga akan mengalami perubahan yang tentunya akan berdampak besar bagi kelangsungan dunia.

Langkah konkrit harus segera dilakukan agar gangguan terhadap alam bisa dikurangi atau bahkan dihentikan. Manusia harus cerdas menyiasati berbagai gangguan dan potensi bahaya.

Isu perubahan iklim menjadi salah satu yang menjadi perhatian pasangan capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Ganjar-Mahfud pun punya beberapa program untuk mengantisipasi krisis iklim.

Dalam visi misi Ganjar-Mahfud, program untuk adaptasi dan mitigas krisis iklim turut dicantumkan. Langkah-langkah serius bakal dilakukan Ganjar-Mahfud terkait krisis iklim apabila pasangan ini memimpin Indonesia.

“Penghijauan wilayah pesisir, ruang terbuka hijau memadai, mitigasi bencana, serta transportasi umum yang nyaman, aman, dan ramah lingkungan diikuti penerapan teknologi digital bagi petani dan nelayan,” bunyi dokumen visi misi dalam 8 Gerak Cepat Ganjar dan Mahfud.

Selain itu ada program KadarKlim atau Kampung Sadar Iklim, di mana program kampung ini untuk menahan perubahan iklim dengan fasilitas sanitasi, ruang terbuka hijau, dan pengelolaan sampah.

Juru Bicara TPN Ganjar-Mahfud, Chiko Hakim, menyebut, salah satu yang akan dibenahi yakni masalah sumber daya air.

Dalam mengantisipasi masalah sumber daya air akibat perubahan iklim, program yang diusung Ganjar-Mahfud misalnya pembangunan situ, embung dan waduk.

Nantinya infrastruktur tersebut sebagai sarana penyimpan air di musim hujan sehingga bisa dimanfaatkan di musim kemarau.

“Pembangunan situ, embung dan waduk sebagai sarana penyimpan air di musim hujan sehingga bisa dimanfaatkan di musim kemarau,” kata Chico.

Selain itu, akan dilakukan pemanfaatan informasi prakiraan cuaca dan iklim secara efektif dalam melaksanakan operasi dan pengelolaan air waduk atau dam sehingga dapat menekan risiko kekeringan dan kebanjiran lebih efektif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here