Home Nasional Begini Cara Atikoh Ganjar Hadapi Godaan Korupsi

Begini Cara Atikoh Ganjar Hadapi Godaan Korupsi

64
0

Istri calon presiden Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Supriyanti atau yang dikenal dengan Atikoh Ganjar rupanya punya kiat khusus dalam menerapkan sikap antikorupsi di lingkungan terkecilnya yaitu keluarga.

Atikoh mengatakan, caranya sebenarnya sangat sederhana, yaitu dengan selalu merasa cukup. Hal ini disampaikan Atikoh saat memperingati Hari Antikorupsi di Jakarta beberapa waktu lalu.

Atikoh menceritakan pengalamannya selama mendampingi sang suami tercinta. Atikoh mengungkapkan dirinya sering dilobi oleh oknum tertentu yang memiliki kepentingan. Selain itu, kebiasaan Atikoh dan Ganjar yang menolak pemberian juga acapkali dipandang aneh.

“Saya selalu diskusi apa yang boleh dan tidak boleh, apa yang bisa saya lakukan dan tidak boleh saya lakukan. Saya mengingatkan diri sendiri menginginkan Mas Ganjar, saling mengingatkan juga,” ucapnya.

Pada momen diskusi itu, Atikoh mengatakan, mereka berdua saling menyampaikan banyak hal, termasuk prinsip merasa cukup pada apa yang dimiliki.

“Saya selalu bilang, saya berasal dari keluarga yang sangat-sangat biasa, jadi biasanya saya kalau sama Mas Ganjar ‘ayah kita itu sudah lebih dari cukup, capaian ini beyond our imagination’,” katanya.

Cucu dari KH Hisyam A Karim, pendiri Pondok Pesantren PP Riyadus Sholikhin Kalijaran, Karanganyar, Purbalingga itu mengatakan tak pernah membayangkan akan berada di titik seperti sekarang ini.

“Nggak pernah kepikiran saya bisa menjadi istri seorang anggota DPR RI, menjadi istri seorang gubernur, karena kita benar-benar berangkat dari masyarakat yang sangat sederhana,” ujarnya.

Menurutnya, rumah tangga yang ia jalani bersama Ganjar sejak awal diniati untuk saling melindungi, dan itu pun terasa cukup baginya. Terlebih, kata Atikoh, secara kebutuhan finansial serta sandang, pangan, dan papan sudah terpenuhi.

“Kita mau cari apa lagi, udah lebih dari cukup. Sekarang waktu kita itu memang benar-benar digunakan, dikembalikan ke masyarakat,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here