Home Nasional Aktivis dan Korban Penculikan 98 Ungkap Upaya Penghapusan Jejak Kelam Prabowo Subianto

Aktivis dan Korban Penculikan 98 Ungkap Upaya Penghapusan Jejak Kelam Prabowo Subianto

34
0

Sejumlah aktivis dan keluarga korban penculikan tahun 1998 menyampaikan pernyataan sikap terkait rekam jejak Prabowo Subianto dalam kasus penculikan dan penghilangan paksa aktivis 98.

Pertemuan bertajuk “Prabowo Subianto Terlibat Penculikan Aktivis 97/98” digelar di Hotel Grand Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/12/2023).

Korban penculikan tahun 1998 Petrus Hariyanto mengatakan ada upaya untuk mempengaruhi generasi Z maupun milenial bahwa Prabowo tidak bersalah dalam penculikan aktivis 98.

Menurutnya, Prabowo dan pendukungnya telah memanipulasi sejarah masa lalu.

Baca juga: Marzuki Darusman: Tragedi 1965 Hingga Tragedi Mei 1998 Tidak Boleh Dilupakan!

Petrus menilai untuk memanipulasi sejarah, Prabowo memasukkan aktivis 98 Budiman Sudjatmiko serta anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP) seperti Wiranto, Agum Gumelar, dan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai pendukung pasangan Prabowo-Gibran.

“Dukungan para aktivis 98 kepada Prabowo dalam capres juga pernyataan Budiman Sudjatmiko yang mengatakan Prabowo dalam kerangka menjalankan tugas negara, juga bergabungnya mantan panglima ABRI (Wiranto) yang mengeluarkan surat instruksi untuk mendukung DKP,” kata Petrus.

Petrus menyampaikan generasi Z maupun pemilih pemula saat ini tidak merasakan nuansa pelanggaran HAM berat masa lalu.

Karena itu, pendukung Prabowo ingin menghapus dosa-dosa sekaligus memanipulasi sejarah bahwa menteri pertahanan itu tidak melakukan pelanggaran HAM berat.

Baca juga: Aktivis 98 Tegak Lurus Reformasi Sebut Pelanggaran HAM Bukan Isu 5 Tahunan

“Semua itu dalam kerangka membangun citra Prabowo sebagai calon presiden yang tidak mempunyai jejak gelap, jejak hitam, jejak noda di masa lalu,” ujar Petrus.

“Saya pikir ini seruan kepada generasi Z yang tidak mengalami peristiwa itu dan saat ini dicoba pemikirannya diracuni bahwa penculikan itu sesuatu yang normal-normal saja, sesuatu yang bukan merupakan kejahatan,” ucapnya.

Petrus juga mengingatkan bahwa masih ada rekomendasi DPR, Komnas HAM, dan keputusan DKP yang menyatakan secara nyata kasus penculikan itu ada.

Sementara, aktivis 98 Benny Rhamdani mengatakan negara telah gagal untuk menyeret Prabowo ke pengadilan HAM hingga memenjarakannya.

“Hasil Dewan Kehormatan Perwira (DKP) sudah jelas menyatakan bahwa Prabowo terlibat dalam penculikan,” ujar Benny.

Baca juga: Aktivis 98 : Segera Bentuk Pengadilan HAM Ad Hoc Penculikan Aktivis 1997/1998

“Keputusan DPR sudah ada, keputusan Komnas HAM sudah ada, sehingga saya menyatakan hingga hari ini negara gagal untuk menyeret Prabowo. Tidak hanya ke pengadilan HAM, tetapi memenjarakan Prabowo,” kata Benny.

Benny juga mengecam sikap sejumlah aktivis 98 dan tiga anggota DKP saat itu yakni Wiranto, Agum Gumelar dan Susilo Bambang Yudhoyono yang kini justru bergabung dengan Prabowo di Pilpres 2024. “Sikap mereka sangat memalukan!” tegas Benny.

“Dulu tiga jenderal itu menyatakan tegas bahwa Prabowo mengambil inisiatif untuk melakukan penculikan. DKP menyatakan Prabowo melakukan tindak pidana,” ungkap Benny.

“Tindak pidana yang bersifat ketidakpatuhan dalam kitab undang-undang hukum pidana militer dan perampasan terhadap kemerdekaan dan juga penculikan. Jelas dinyatakan dalam putusan DKP,” ucapnya.

Baca juga: Presiden Jokowi akan Kunjungi Lokasi Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

Benny mengatakan tidak rela nasib 270 juta rakyat Indonesia diserahkan kepada seorang pelanggar HAM. Benny menyebutkan penculikan adalah pelanggaran HAM berat dan penghinaan terhadap kemanusiaan.

Sementara itu, Paian Siahaan ayah dari Ucok Munandar Siahaan, aktivis 98 yang menjadi korban penculikan, merasa kecewa terhadap apa yang dilakukan oleh pelakunya.

“Pak Prabowo tolong beritahu, dimana keberadaan anak saya? Karena sampai sekarang anak saya masih tercatat dalam kartu keluarga. Kalau sudah jelas nasibnya, biar anak saya dicoret dari kartu keluarga kami,” ujarnya.

Baca juga: Momentum Peringatan HAM Internasional, Aktivis 98 Rilis Buku Hitam Prabowo Subianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here