Home Nasional Aktivis 98 Tegak Lurus Reformasi Sebut Pelanggaran HAM Bukan Isu 5 Tahunan

Aktivis 98 Tegak Lurus Reformasi Sebut Pelanggaran HAM Bukan Isu 5 Tahunan

69
0

Para aktivis 98 yang tergabung dalam gerakan Tegak Lurus Cita-cita Reformasi menegaskan komitmen mereka untuk terus menyuarakan pelanggaran HAM berat, terutama yang berkaitan dengan penculikan dan penghilangan paksa aktivis pada periode 1997/1998.

“Kami ingin meluruskan opini sesat yang menyebutkan seolah isu pelanggaran HAM hanya isu 5 tahunan,” ujar aktivis 98 Hengki Irawan di Jakarta, (14/12/2023).

“Kami para aktivis yang tegak lurus reformasi sejak 18 Januari 2007 hingga hari ini setia menggelar aksi Kamisan di depan Istana yang dilakukan korban dan keluarga korban serta masyarakat peduli HAM untuk terus menerus mengingatkan penguasa, dan untuk keadilan korban,” tegasnya.

“Kami yang berkumpul hari ini menegaskan untuk tegak lurus pada agenda dan cita-cita reformasi, dan tegas berpihak pada perjuangan keadilan dan hak-hak korban beserta keluarga korban,” sambung Hengki.

Hengki sendiri sangat menyayangkan keterlibatan aktivis lainnya yang kini malah berada dalam satu barisan dengan Prabowo Subianto yang dinilai sebagai orang yang pertanggung jawab dalam kasus penculikan dan penghilangan paksa para aktivis 98.

“Mereka yang mengaku aktivis tetapi berada di barisan Prabowo Subianto padahal publik melihat dan ketahui mereka getol menentang dan mengalahkan Prabowo pada pilpres 2014 dan 2019. Kok bisa saat ini mereka berpihak pada pelaku pelanggaran HAM berat,” ujar Hengki.

“Untuk mengingat rasa malu dan empati, mau dengar suara hati nuraninya. Kenapa justru masuk dalam barisan pemuja Prabowo seolah bak malaikat penolong, padahal mereka tahu bagaimana peran Prabowo dulu,” tambah Hengki.

Para aktivis 98 ini juga meminta pemerintah untuk segera membentuk pengadilan Ad Hoc pelanggaran berat HAM terutama yang terkait dengan penculikan para aktivis yang terjadi pada periode 1997/1998.

“Negara harus berani untuk mengadili terduga pelaku dan mastermind kasus pelanggaran HAM berat. Untuk mengungkap kebenaran dan memenuhi rasa keadilan bagi korban, sebagai penegakan hukum dan keadilan bagi korban secara judicial,” tegas Hengki.

Selain itu, Hengki juga menuntut pemerintah agar menjadikan peristiwa dan fakta sejarah Reformasi 98 sebagai materi bahan ajar sejarah bangsa di sekolah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here