Home Nasional Aktivis 98 : Segera Bentuk Pengadilan HAM Ad Hoc Penculikan Aktivis 1997/1998

Aktivis 98 : Segera Bentuk Pengadilan HAM Ad Hoc Penculikan Aktivis 1997/1998

22
0

Aktivis 98 Tegak Lurus Cita-cita Reformasi merilis pernyataan terkait pelanggaran berat HAM yang terjadi selama ini.

Dalam konferensi pers di Jakarta, (14/12/2023), para aktivis 98 korban represi Orde Baru menyampaikan 5 poin penting terkait pelanggaran HAM.

Pertama, Indonesia saat ini dinilai memasuki episode darurat pelanggaran HAM berat karena sejumlah kasus pelanggaran HAM berat yang sampai saat ini tidak pernah diadili.

Kedua, pertanyaan Ganjar Pranowo kepada Prabowo Subianto saat debat capres (12/12/2023) tentang di mana makam para aktivis yang diculik dan dibunuh pada peristiwa 98 merupakan pertanyaan yang mewakili suasana batin keluarga korban.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ganjar Pranowo sebab pertanyaan tersebut sangat penting untuk ditindaklanjuti karena sudah menjadi ‘notoire feiten notorious’, yang berarti setiap hal yang sudah umum diketahui dan tidak perlu dibuktikan,” tulis pernyataan tersebut.

Ketiga, mendorong dan meminta pemerintah membentuk pengadilan HAM Ad Hoc kasus penculikan dan penghilangan paksa aktivis 1997/1998, untuk mengungkap, menyeret ke penjara para pelaku atau aktor utama yang sesungguhnya.

Keempat, para aktivis 98 Tegak Lurus Cita-cita Reformasi akan segera membentuk tim gabungan untuk mencari dan menemukan makam/kuburan dari kawan-kawan aktivis yang telah diculik, dihilangkan paksa, serta dibunuh secara kejam.

Kelima, mendesak pemerintah untuk membangun Museum Peringatan Kejahatan HAM yang telah terjadi di Indonesia.

“Ini adalah bentuk pengingat, komitmen moral, dan tanggung jawab bersama agar kejahatan serta pelanggaran atas nama kemanusiaan yang terjadi di masa lalu tidak terjadi lagi di masa yang akan datang,” ujar pernyataan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here