Home Politik Sempat Terpikir Tak Mau Jadi Presiden, Prabowo: Untuk Apa Kalau Negara Kita...

Sempat Terpikir Tak Mau Jadi Presiden, Prabowo: Untuk Apa Kalau Negara Kita Rusuh dan Gaduh

16
0

Di acara Rakernas LDII di Pondok Pesantren Minhajurrasyidin, Jakarta Timur, Selasa (7/11), Calon Presiden (Capres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto mengaku sempat tidak mau menjadi presiden jika negara Indonesia penuh kerusuhan dan kekerasan.

Prabowo Subianto hanya menginginkan Indonesia penuh dengan persatuan dan persaudaraan.

“Tetapi waktu itu di benak saya, untuk apa saya jadi presiden kalau negara kita penuh dengan kerusuhan kegaduhan dan kekerasan. Saya tidak mau, saya tidak mau,” kata Prabowo.

Kandidat Capres yang diusung Koalisi Indonesia Maju itu mengaku kadang sudah lelah melakukan cara persuasi. Tetapi, memberikan pendapat memang jauh lebih baik dibanding bertengkar.

“Maaf tapi, dengan hubungan baik, dengan persaudaraan, dengan, persuasi, dengan bicara itu saya belajar bahwa kadang-kadang capek, bicara, bicara tapi bicara meyakinkan memberi argumen memberi data memberi pandangan memberi pendapat jauh lebih baik daripada gontok-gontokan,” tuturnya.

“Saya kira para ulama yang paling tahu, ini pun ajaran dari para-para ulama saya. Bahwa kalau bisa kita membuat perbaikan perubahan dengan kata-kata Dengan meyakinkan, dengan mempengaruhi,” sambung Prabowo.

Kemudian, dia juga menekankan bahwa rakyat Indonesia membutuhkan seluruh elite yang rukun dan bekerja sama meski terkadang sulit dilakukan.

“Rakyat kita membutuhkan seluruh elit rukun, seluruh elit bisa kerja sama. Kadang-kadang sulit, kadang-kadang tidak gampang. Karena sifat manusia, tapi itu yang diharapkan oleh rakyat kita semuanya,” ujar Prabowo

Purnawirawan Danjen Kopassus ini tidak ingin pikiran elite menjadi sempit. Dalam arti, tidak mengerti bahwa Indonesia adalah bangsa kaya.

“Jangan sampai terjadi pemikiran-pemikiran yang terlalu sempit. Tidak mengerti negara kita luar biasa. Tidak mengerti negara kita begitu kaya, dan sifat ego sifat ambisi kelompok yang merupakan fenomena wajar, setiap manusia berambisi, punya cita-cita,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here