Home Nasional Sarapan Bareng Murid SD, Ganjar Semakin Yakin Transformasi Pendidikan Mutlak Diperlukan

Sarapan Bareng Murid SD, Ganjar Semakin Yakin Transformasi Pendidikan Mutlak Diperlukan

23
0

Di sela-sela jadwal kampanye di Merauke, Papua, capres Ganjar Pranowo berkesempatan menikmati suasana Merauke dengan sarapan bubur ayam.

Saat sarapan, Ganjar bertemu dengan dua anak usia sekolah. Ganjar mengajak keduanya sarapan bubur ayam bersama. Kedua anak itu bernama Abraham dan Kendro.

Abraham dan Kendro merupakan murid sekolah dasar kelas 1 dan 4. Percakapan Ganjar dengan Abraham dan Kendro berlangsung ringan dan akrab.

Dalam cuitan di media sosialnya, Ganjar menuliskan pertemuannya dengan Abraham dan Kendro. “Keinginan mereka rupanya sederhana. Pengen sekolah sampai sarjana sehingga bisa kerja dan membantu ekonomi orang tuanya,” tulis Ganjar, (29/11/2023).

Ganjar meyakini, program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana yang menjadi salah satu visi dan misi pasangan Ganjar-Mahfud merupakan program yang dibutuhkan masyarakat di seluruh Indonesia.

Transformasi dunia pendidikan menjadi bagian yang disorot oleh pasangan capres-cawapres Ganjar-Mahfud.

Dalam visi dan misi yang diusung Ganjar-Mahfud, persoalan pendidikan menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan manusia Indonesia unggul yang berkualitas, produktif, dan berkepribadian.

Pada bagian tersebut duet Ganjar-Mahfud menekankan pentingnya pendidikan berkualitas dan merata. Terdapat empat poin yang akan dilakukan pasangan Ganjar-Mahfud.

Pertama, Wajib Belajar 12 Tahun Gratis yang juga akan melibatkan tele-education bagi anak Indonesia secara merata, berkualitas, dan produktif di sekolah negeri dan swasta atau pesantren yang memenuhi persyaratan bantuan dari pemerintah.

Kedua, Satu Keluarga Miskin, Satu Sarjana. Pada bagian ini, Ganjar-Mahfud akan memastikan setiap keluarga miskin menyekolahkan minimal 1 orang anaknya hingga sarjana untuk memutus rantai kemiskinan.

Ketiga, Guru dan Dosen Sejahtera, Berkualitas, dan Kompeten Sejajar Negara Maju. Bagian ini menyoroti perlunya peningkatan pendapatan guru dan dosen.

Pendapatan guru dan dosen harus meningkat dan harus sejahtera, melalui penyempurnaan sertifikasi guru dan dosen secara lebih sederhana.

Keempat, Integrasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi-Dunia Usaha. Ini merupakan upaya untuk menyambungkan kebutuhan dunia usaha dengan kurikulum pendidikan.

Kurikulum pendidikan dan pelatihan harus disertai dengan dukungan pemagangan yang nyata terhadap sekolah vokasi.

“Mari kita sama-sama berjuang mewujudkannya,” ujar Ganjar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here