Home Ekonomi Investasi Meningkat Tembus Rp 1.200 T, Anies: Tapi Serapan Tenaga Kerja Tak...

Investasi Meningkat Tembus Rp 1.200 T, Anies: Tapi Serapan Tenaga Kerja Tak Merata

18
0

Pertumbuhan investasi yang terus meningkat pada saat ini dibawah premerintahan Joko Widodo dikritisi oleh kandidat Calon Presiden dari Koalisi Indonesia Perubahan (KIP) Anies Baswedan.

Anies menyinggung investasi yang terus melonjak dari sebelumnya Rp 399 triliun di 2014 menjadi Rp 1.200 triliun di 2022. Akan tetapi menurutnya sangat berbanding terbalik dengan penyerapan tenaga kerja yang tidak merata di tengah investasi yang terus meningkat.

“Lapangan kerja ini kita saksikan dari pertumbuhan yang tidak merata. Investasi di Indonesia meningkat dari Rp 399 triliun di 2014 meningkat jadi Rp 1.200 triliun di 2022, loncat 4 kali lipat. Tapi lapangan kerja tidak meningkat tiga kali lipat,” katanya dalam acara Indonesia Millenial and Gen-Z Summit 2023 di Senayan Park, Jakarta, Jumat (24/11/2023).

Terkait hal ini Anies menyampaikan, disebabkan karena investasi didorong pada sektor yang tidak menyerap lapangan pekerjaan. Ia menyebut sektor pertambangan dan energi melonjak luar biasa, namun sektor tersebut hanya menyerap 1% tenaga kerja.

“Ini kenapa? Karena sektor yang didorong bukan yang menyerap lapangan kerja. Sektor mining, energi, itu meningkat luar biasa tapi serapan tenaga kerjanya 1%,” tambahnya.

Sedangkan Anies menilai jika investasi didorong ke sektor pertanian maka penyerapan tenaga kerjanya bisa mencapai 44%. Alhasil anak muda di Indonesia tidak akan kesulitan mencari kerja.

“Kalau investasinya didorong di sektor pertanian, penyerapan tenaga kerjanya 44%. Bayangkan coba kalau ini didorong ketimpangan itu dari sektor energi ke sektor-sektor tadi, maka anak-anak muda kita tidak akan kesulitan mencari kerja, karena investasinya menyerap tenaga kerja,” tuturnya.

Kendatipun seperti itu Anies memandang investasi saat ini dilakukan di tempat-tempat yang sudah menjadi pusat perekonomian. Menurutnya, perlu ada industrialisasi atau membangun tempat-tempat industri di lokasi yang baru.

“Lalu tempatnya. Investasi-investasi ini terjadi di tempat-tempat yang memang sudah menjadi pusat perekonomian. Karena itu kita gagas perubahan. Bukan hanya hilirisasi, tapi industrialisasi. Artinya membangun industri-industri baru di tempat-tempat yang selama ini belum menjadi tempat industri,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here