Home Politik Fenomena Prabowo Gemoy, Deddy Mizwar: Pertanda Masyarakat Suka Kampanye Riang Gembira

Fenomena Prabowo Gemoy, Deddy Mizwar: Pertanda Masyarakat Suka Kampanye Riang Gembira

79
0

Fenomena Prabowo mendapat julukan gemoy menjadi akrab ditelinga masyarakat bahkan menjadi pro kontra bagi sebagian baik bagi yang mendukung dan yang tidak mendukungnya. Bagi para pendukung menjadi terkesan lucu dan bisa diterima, sementara yang tidak mendukungnya dianggap untuk sekelas pemilihan presiden dianggap main-main.

Kandidat calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka berkomitmen penuh atau all in untuk melaksanakan pemilu dengan riang gembira. Pada Selasa (28/11/2023) ini merupakan hari pertama kampanye pasangan capres dan cawapres di Pilpres 2024.

Terkait hal ini, Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Deddy Mizwar, mengatakan pihaknya siap membantu Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mewujudkan pemilu damai, agar benar-benar menjadi pesta rakyat.

“Prabowo-Gibran all in Pemilu riang gembira. Ini prinsip yang ditanamkan Pak Prabowo kepada kita semua,” kata Deddy dalam keterangan tertulis seperti diberitakan Antara, Selasa.

Aktor senior yang menjadi Politisi Partai Gelora itu menuturkan suasana damai dan kondusif saat pemilu sangat diperlukan untuk menjaga persatuan Indonesia.
“Kita butuh persatuan untuk keberlanjutan pembangunan. Jangan sampai ada perpecahan. Ayo sama-sama kita jaga. Kami sudah on the track (berada di jalur) menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Kemudian, Deddy Mizwar menuturkan pemilu yang damai dan riang juga dirindukan masyarakat.
Lebih jauh, Deddy bahkan membahas soal istilah “gemoy” yang belakangan kerap dilontarkan untuk Prabowo.

“Istilah gemoy ini semacam pertanda bahwa masyarakat menyukai kampanye yang lucu dan riang, tapi juga penuh gagasan,” katanya.

“Namanya sebuah pesta demokrasi harus menggembirakan. Tidak perlu menjelekkan, apalagi menggunakan hoaks dan berita bohong,” tambah Deddy.

Sementara itu, ia juga menyoroti data statistik yang menunjukkan bahwa akan ada kenaikan jumlah pemilih usia produktif di atas 50 persen pada Pemilu 2024, sehingga pemilu tahun depan akan didominasi oleh pemilih pemula atau pemilih muda.

“Tentu ini akan membawa tradisi baru karena anak muda ini out of the box (unik). Anak muda ingin pembaharuan dan anak muda juga ingin suasana politik riang gembira,” ujarnya.

Deddy kemudian mengajak semua calon presiden dan calon wakil presiden untuk mengemas pesan kampanye yang ingin disampaikan dengan kedamaian dan kegembiraan.

“Semua pihak dan pasangan calon tentu memiliki pesan-pesan politik yang ingin disampaikan, seperti halnya kami ingin menyampaikan pesan keberlanjutan dan penyempurnaan dari pemerintahan Presiden Joko Widodo. Mari kita sampaikan pesan tersebut dengan damai dan riang gembira,” ajak Deddy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here