Home Olahraga Dua Perwakilan PSSI Tuntaskan Pendidikan FIFA Safeguarding

Dua Perwakilan PSSI Tuntaskan Pendidikan FIFA Safeguarding

34
0

FIFA menggelar FIFA Safeguarding Summit di markas FIFA di Zurich, Swiss, pada 25-26 Oktober 2023. Kegiatan ini diikuti lebih dari 100 FIFA Learner dari 70 Asosiasi Anggota dari seluruh dunia.

Sebagai bagian dari komitmen FIFA untuk meningkatkan standar safeguarding dalam sepak bola melalui program FIFA Guardians, Safeguarding Summit ini memiliki dua tujuan utama.

Yang pertama adalah upacara wisuda bagi lebih dari seratus FIFA Learner dari 70 Asosiasi Anggota, enam asosiasi regional dan dua konfederasi yang telah berhasil menyelesaikan FIFA Guardians Safeguarding in Sport Diploma.

Tujuan kedua dari Safeguarding Summit ini adalah untuk berbagi praktik-praktik terbaik dan pembelajaran yang diperoleh dari Safeguardians.

Dalam kegiatan tersebut para peserta yang merupakan petugas safeguarding dari berbagai asosiasi anggota FIFA dan perwakilan kepentingan di dunia olahraga terlibat berbagai diskusi panel dengan Kepala Wasit (wanita) FIFA Kari Seitz.

Anggota Dewan FIFA dan Presiden Sepak Bola Selandia Baru, Johanna Wood yang juga ikut terlibat dalam kegiatan tersebut dalam pidato singkatnya menekankan bagaimana kelompok ini harus terus memberikan dukungan yang sangat berharga satu sama lain ke depannya, serta mendukung anggota komunitas sepak bola masing-masing.

Dari PSSI terdapat dua wakil yang berhasil lulus sebagai FIFA Guardians, yaitu Aldi Iqbal Tawakal dan Muhammad Rahmawan.

Bagi PSSI, acara ini merupakan momentum yang sangat tepat dalam rangka mendukung penyelenggaraan FIFA U-17 World Cup di Indonesia, karena semua pemain masih dalam kategori anak-anak, sehingga sangat penting mengaplikasikan program FIFA Safeguarding untuk menjamin keamanan para peserta dan semua pihak yang terlibat dalam turnamen.

Marie-Laure Lemineur, FIFA Head of Safeguarding & Child Protection, mengingatkan para peserta bahwa perubahan sistemik tidak akan terjadi dalam semalam. “Safeguarding itu maraton, bukan lari cepat,” katanya singkat.

“Saya yakin FIFA telah memicu kesadaran bahwa pengembangan sepak bola tidak hanya tentang keterampilan sepak bola, tetapi juga mencakup kewajiban untuk melindungi mereka yang rentan akibat aktivitas sepak bola mereka,” ungkapnya.

Menurut Lemineur, kegiatan FIFA Safeguarding ini akan terus dikembangkan ke arah yang lebih luas lagi. Ditambahkan, bahwa sudah lebih dari 7.000 orang yang mendaftar untuk mengikuti kursus FIFA Guardians Essentials Level 1.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here