Home Nasional DPR Anggukan Kepala untuk Jenderal Agus Subiyanto sebagai Panglima TNI

DPR Anggukan Kepala untuk Jenderal Agus Subiyanto sebagai Panglima TNI

28
0

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Agus Subiyanto bakal melenggang mulus untuk jabatan Panglima TNI.

Komisi I DPR RI menyetujui KSAD Jenderal TNI Agus Subiyanto menjadi Panglima TNI menggantikan Laksamana TNI Yudo Margono. Sembilan fraksi di Komisi I DPR menyetujui Agus sebagai Panglima TNI.

“Memberikan persetujuan kepada kelengkapan calon Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto sebagai Panglima TNI,” Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid, Senin (13/11/2023).

Selain persetujuan terhadap Agus, rapat hari ini juga menyetujui pemberhentian dengan hormat kepada Panglima TNI Yudo Margono.

Selanjutnya, persetujuan ini akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI. “Kami akan bersurat dan disahkan di paripurna dan selanjutnya menunggu jadwal pelantikan dari Presiden,” kata Meutya.

Diajukannya nama Agus Subiyanto untuk menjalani fit and proper test berdasarkan usulan yang disampaikan Presiden Jokowi kepada Ketua DPR RI Puan Maharani.

Pengajuan Agus Subiyanto sebagai calon Panglima TNI hanya beberapa hari setelah dirinya dilantik sebagai KSAD menggantikan Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang memasuki masa pensiun.

Pelantikan Agus sebagai KSAD dilakukan pada 25 Oktober 2023. Pelantikan ini didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 89/TNI Tahun 2023 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Angkatan Darat.

Saat fit and proper test, Agus memaparkan visinya bila terpilih menjadi Panglima TNI.

“Saya memiliki visi TNI yang Prima yaitu TNI yang profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif dalam rangka membangun industri TNI yang memiliki daya tahan dan daya tempur guna menghadapi serta mengatasi segala bentuk ancaman gangguan dan tantangan yang akan membahayakan integritas bangsa dan negara,” kata Agus.

Untuk merealisasikan visi tersebut, Agus memiliki lima misi yang telah ditetapkan. Pertama, memelihara dan memantapkan profesionalisme TNI sebagai alat pertahanan negara.

Kedua, meningkatkan kemampuan yang responsif dalam menghadapi perkembangan lingkungan strategis. Ketiga, memantapkan kemampuan TNI yang integratif serta bersinergi dengan kepolisian kementerian dan lembaga dan komponen bangsa lainnya.

Keempat, mewujudkan percepatan modernisasi alutsista sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kelima, mewujudkan TNI yang adaptif terhadap tuntunan tugas dan spektrum ancaman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here